Anggap Bupati Tidak Adil, Rhoma Irama Tegaskan Dirinya Hanya Undangan

- 2 Juli 2020, 21:00 WIB
PEDANGDUT kondang Rhoma Irama beri klarifikasi terkait dirinya dituding gelar konser di acara khitanan di daerah Pamijahan, Kabupaten Bogor pada Minggu, 28 Juni 2020.* /Tangkapan Layar @rhoma_official/.*/@Rhoma Irama

JURNAL PRESISI - Rhoma Irama berikan klarifikasi terkait aksi panggungnya di Pamijahan, Bogor. Kedatangannya ke sana sebenarnya sebagai undangan dan saat itu massa yang telah hadir memintanya bernyanyi.

Undangan itu sampai kepadanya bukan sebagai penampil konser bersama Grup Soneta. Ia pun menegaskan bahwa datang seorang diri.

“Sebetulnya, saya itu datang  atas undangan Pak Surya. Karena dengan catatan tidak akan menyelenggarakan penampilan Soneta Group,” jelasnya melalui video di akun Facebook miliknya Rhoma Irama

Baca Juga: RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) Menjadi Polemik Publik, Begini Tanggapan Ketua MPR-RI!

“Saya datanglah dengan sendirian, pakai baju sederhana saja, tidak pakai jas atau batik. Karena undangan Pak Surya ini ya kumpul-kumpul,” tegasnya.

Selanjutnya dia pun membahas berita tentang dirinya yang akan diproses secara hukum.

 “Jadi tiba-tiba ada berita saya mau diproses hukum ini buat saya ya aneh saja. Kalau mau diproses hukum harusnya Ibu Bupati yang punya wilayah, saat berdirinya panggung itu sejak Sabtu, mestinya dilarang,” katanya.

Baca Juga: Sejumlah Negara Peringatkan Aneksasi Tepi Barat Palestina akan Ciptakan Bumerang Bagi Israel Sendiri

“Bahkan waktu malamnya ada wayang golek, mestinya dilarang. Paginya ada penampilan musik, mestinya dilarang, ” ujar Rhoma Irama.

Halaman:

Editor: Eggy Awang


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X