Dua Pengunjuk Rasa Tewas Tertembak, Facebook Langsung Hapus Laman Militer Myanmar

- 21 Februari 2021, 15:07 WIB
Penentang kudeta militer Myanmar mendukung sanksi baru yang dijatuhkan Inggris dan Kanada /Channel News Asia/Naung Kham

JURNAL PRESISI - Penyedia layanan media sosial Facebook, menghapus laman utama militer Myanmar. Penghapusan tersebut, menurut Facebook dilakukan atas dasar aturan yang melarang hasutan kekerasan

Hal ini menyusul meninggalnya dua demonstran penentang kudeta militer pada 01 Februari 2021. Keduanya meninggal saat polisi melepaskan tembakan kepada para demonstran. 

"Sejalan dengan kebijakan global kami, kami telah menghapus Halaman Tim Informasi Berita Benar Tatmadaw dari Facebook karena pelanggaran berulang terhadap Standar Komunitas kami yang melarang hasutan kekerasan dan mengoordinasikan tindakan merugikan," jelas seorang perwakilan Facebook dalam sebuah pernyataan sebagaimana dikutip dari Antara. 

Baca Juga: Respon Kabar Perselingkuhan dengan Nissa Sabyan, Ayus Sabyan Sampaikan Permintaan Maaf

Militer Myanmar dikenal sebagai Tatmadaw. Halaman 'Berita Benar' tidak lagi dapat di akses Facebook pada Minggu, 21 Februari 2021.

Sementara itu, juru bicara militer Myanmar tidak menanggapi panggilan telepon Reuters untuk dimintai komentar.

Diketahui, sebelumnya dua orang tewas di kota kedua Myanmar, Mandalay pada Sabtu, 20 Februari 2021. 

Keduanya meninggal ketika polisi dan tentara menembaki pengunjuk rasa yang menentang penggulingan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi.

Baca Juga: Update Covid-19 Minggu 21 Februari 2021, Indonesia Masih Tempati Posisi Tertinggi se-Asia Tenggara

Halaman:

Editor: Syifa'ul Qulub

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X