Memasuki Hari Kelima, Aksi Protes di Spanyol Makin Tak Kondusif

- 21 Februari 2021, 15:56 WIB
Seorang demonstran menendang jendela toko saat para pendukung rapper Pablo Hasel melakukan protes di Barcelona, Spanyol, 20 Februari 2021 /Reuters/Albert Gea/

JURNAL PRESISI – Aksi protes yang terjadi di Spanyol terkait pemenjaraan artis rap, Pablo Hasel, telah memasuki hari kelima pada Sabtu, 20 Februari 2021.

Malam kelima protes damai itu berubah menjadi bentrokan antara polisi dan anggota kelompok pinggiran yang mendirikan barikade jalan dan menghancurkan jendela etalase di pusat Barcelona.

Para pengunjuk rasa melemparkan botol ke arah polisi, membakar kontainer dan menghancurkan toko-toko di Barcelona.

Baca Juga: Dua Pengunjuk Rasa Tewas, Facebook Bertindak dengan Hapus Laman Militer Myanmar

Hukuman sembilan bulan yang dijatuhkan pada Pablo Hasel, yang dikenal karena rap anti kemapanannya yang kejam, telah memicu perdebatan tentang kebebasan berekspresi di Spanyol serta menimbulkan protes yang berubah menjadi kekerasan.

Tembakan peluru karet dari polisi dibalas oleh lemparan proyektil dan suar ke dari massa aksi protes ini. Sekitar 6.000 demonstran berkumpul di kota Barcelona.

Para pengunjuk rasa menyerang toko-toko di jalan perbelanjaan paling bergengsi di Barcelona, Passeig de Gracia.

Baca Juga: LCR Honda Luncurkan 2 Livery Baru dalam Satu Tim, Jelang Musim Balap MotoGP 2021

Sementara beberapa orang telah memecahkan jendela di gedung konser Palau de la Musica yang menjadi simbol kota Barcelona.

Reuters mencatat, ada sembilan orang ditangkap di Catalonia, termasuk tiga anak di bawah umur. Beberapa ditahan karena menjarah toko-toko di Barcelona. Serta sembilan orang lainnya terluka, dua di antaranya dibawa ke rumah sakit.

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X