Perdana Menteri Boris Johnson Buka Peluang untuk Hentikan Lockdown di Inggris

- 22 Februari 2021, 21:08 WIB
Potret Perdana Menteri Inggris Boris Johnson /Reuters/Geoff Pugh/

JURNAL PRESISI – Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan memetakan jalan keluar terkait pelonggaran aturan lockdown sebagai upaya  menghidupkan kembali sektor ekonomi yang sangat terpukul akibat Covid-19.

Dilansir dari Reuters, dengan lebih dari 120.000 kematian, Inggris telah mencatatkan jumlah kematian resmi tertinggi kelima di dunia akibat pandemi. Pada sektor ekonomi ini merupakan kehancuran terbesar dalam lebih dari 300 tahun.

Namun Inggris dapat bernafas lega akibat peluncuran vaksin ditambah penguncian nasional yang dilakukan selama hampir dua bulan. Boris Johnson mulai memikirkan terkait pelonggaran bertahap dari pembatasan di Inggris, dengan memprioritaskan kembalinya anak-anak ke sekolah dan kerumunan di ruang publik.

Baca Juga: Empat Pekerja Bantuan Wanita Pakistan Ditembak Mati Oleh Kelompok Bersenjata

"Keputusan kami akan dibuat berdasarkan data terbaru di setiap harinya, dan kami akan berhati-hati dengan keputusan ini, sehingga kami tidak menjadikan kemajuan ini sebagai bumerang untuk diri kami sendiri,” ungkap Boris Johnson, dikutip dari laman reuters.com pada 22 Februari 2021.

Anggota parlemen akan memiliki kesempatan untuk memberikan suara pada rencana Johnson terkait pelonggaran yang akan dilakukan di Inggris. Pihak berwenang di Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara, yang memiliki tanggung jawab atas keputusan kesehatan masyarakat mereka juga diharapkan melonggarkan pembatasan dalam beberapa bulan mendatang.

Nadhim Zahawi, menteri yang bertanggung jawab atas peluncuran vaksin, mengatakan sekolah kan dibuka kembali pada 8 Maret. Zahawi juga mengatakan di Radio LBC bahwa pertemuan di ruang publik akan dimulai pada 29 Maret. Namun dengan catatan terdiri dari maksimal enam orang.

Baca Juga: Peringatkan Bahaya Kebakaran Hutan, Jokowi: Kewaspadaan Menghadapi Ancaman Karhutla Tidak Boleh Kendur

Menteri Kesehatan Matt Hancock mengatakan pada hari Minggu bahwa setelah setiap langkah untuk melonggarkan pembatasan, akan dilakukan pemantauan setiap minggunya. Sehingga akan menjadi dasar keputusan berikutnya.

Inggris bergerak lebih cepat daripada banyak negara Barat lainnya untuk mengamankan pasokan vaksin dan telah menginokulasi orang dengan cepat sejak Desember lalu.

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X