AS Dukung Perjanjian Damai di Afghanistan, Menlu AS Tekankan Penyelesaian Politik yang Adil

- 23 Februari 2021, 12:31 WIB
Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken /Foto: Instagram @usainuae

 

JURNAL PRESISI - Anthony Blinken selaku Menteri Luar Negeri Amerika Serikat berbicara dengan Abdullah Abdullah, Kepala Majelis Tinggi Rekonsiliasi Nasional untuk menyampaikan bahwa AS mendukung penyelesaian politik serta gencatan senjata permanen di Afghanistan.

"Menteri (Luar Negeri) berterima kasih kepada Abdullah akan kerjanya yang penting dalam mendukung proses perdamaian Afghanistan, dan ia menyampaikan keputusan Amerika untuk mendukung sebuah penyelesaian politik yang adil dan tahan lama serta gencatan senjata yang komprehensif dan permanen di Afghanistan," ujarnya dalam sebuah pernyataan Departemen Luar Negeri AS, melansir dari Bakhtar News Agency pada Senin, 22 Februari 2021.

Sementara itu, kantor Abdullah menyampaikan bahwa situasi Afghanistan sekaligus proses perdamaian juga dibicarakan oleh keduanya.

"Blinken menegaskan kembali dukungan AS yang terus berlanjut untuk mempercepat upaya mencapai perdamaian yang langgeng dan tahan lama di Afghanistan," katanya.

Baca Juga: Tindaklanjuti Instruksi Presiden Jokowi, Mahfud MD Bentuk TIm Kajian UU ITE Libatkan Tiga Kementrian

Hal ini berkaitan dengan apa yang disampaikan Biden dalam Munich Security Conference pada Jumat, 19 Februari 2021 bahwa AS dan sekutunya di NATO akan berupaya untuk Afghanistan ke depannya.

"Pemerintahan saya sangat mendukung proses diplomatik yang sedang berlangsung dan untuk mengakhiri perang ini (perang Afghanistan) yang akan berakhir 20 tahun," kata Biden dalam Munich Security Conference.

Semenjak dilantik menjadi presiden, Biden berusaha untuk mengubah semua kebijakan luar negeri yang diambil oleh Trump, termasuk bagian di mana AS dan sekutu beserta koalisinya harus menarik pasukannya dari Afghanistan dalam perjanjian damai di Doha pada Februari 2020 dengan Emirat Islam Afghanistan/Taliban.

Halaman:

Editor: Zaini Rahman


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X