Cina Tolak Tudingan Pelanggaran HAM di Xinjiang, Menlu Cina: Pintu Kami Terbuka untuk PBB

- 23 Februari 2021, 13:07 WIB
Menlu China Wang Yi memberi bantahan soal genosida muslim Uyghur di Lanting Forum pada PBB, Beijing, China, 22 Februari 2021. /Reuters/Shubing Wang

 

JURNAL PRESISI - Pemerintah Cina menolak tudingan pelanggaran HAM serta genosida yang ditujukan kepada etnis Uyghur beragama Islam di Xinjiang.

Melansir RFE/RL, Wang Yi selaku Menteri Luar Negeri Cina menyampaikan kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa bahwa etnis Uyghurs dan minoritas lainnya menikmati kebebasan beragama dan bekerja di Xinjiang.

Sekitar satu juta penduduk Muslim ditahan di kamp di wilayah yang terpencil menurut aktivis dan ahli HAM PBB.

Baca Juga: Kekerasan Terus Meningkat di Belarusia, Panorama Kebudayaan Terancam

Pemerintah Cina sendiri inkonsisten mengenai kamp itu. Mereka awalnya menolak keberadaan kamp tersebut, lalu setelah dihadapkan pada sejumlah bukti, mereka lalu mengatakan bahwa kamp tersebut hanya untuk menyediakan pelatihan kerja, juga dibutuhkan untuk menghadapi ekstrimisme Islam.

Wang memberitahu kepada PBB bahwa mereka melaksanakan kebijakan penanggulangan terorisme yang selaras dengan hukum dan Xinjiang telah mengalami stabilitas sosial selama empat tahun tanpa serangan teroris dengan 24.000 masjid diperbolehkan beroperasi di wilayah itu.

Baca Juga: AS Dukung Perjanjian Damai di Afghanistan, Menlu AS Tekankan Penyelesaian Politik yang Adil

"Fakta-fakta mendasar ini menunjukkan bahwa tidak ada yang namanya genosida, kerja paksa, dan penindasan agama," ujar Wang seperti yang dikutip dari RFE/RL.

Halaman:

Editor: Zaini Rahman


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X