Bakal Akhiri Perang Panjang, Pembicaraan Perdamaian Antara AS dan Taliban Dilanjutkan di Doha, Qatar

- 23 Februari 2021, 19:38 WIB
Potret berkumpulya anggota Taliban /Reuters.com/ Stringer/

JURNAL PRESISI – Pembicaraan damai antara Taliban dan pemerintah Afghanistan telah dilanjutkan di ibu kota Qatar, Doha. Hal ini dilakukan setelah penundaan berminggu-minggu, dan mengingat meningkatnya kekerasan dan perubahan dalam kepemimpinan diplomatik AS saat pemerintahan Biden dimulai.

Dilansir melalui Aljazeera, Juru bicara Taliban Mohammad Naeem menuliskan dalam akun Twitternya pada Senin malam bahwa mereka sedang melakukan kembali pembicaraan, yang merupakan hasil dari kesepakatan antara kelompok bersenjata Afghanistan dan AS pada Februari 2020 lalu,

Tetapi pemerintahan Presiden Joe Biden sedang meninjau perjanjian itu, yang bertujuan untuk mengakhiri perang terpanjang yang telah dilakukan AS. Taliban telah memerangi pasukan gabungan pemerintah Kabul yang didukung Barat dan pasukan asing sejak digulingkan dalam invasi pimpinan AS ke Afghanistan pada 2001.

Baca Juga: Maroon 5 Bersama Megan Thee Stallion Akan Keluarkan Single Baru Berjudul 'Beautiful Mistakes' Maret Tahun ini

Pekan lalu, Taliban dalam sebuah surat terbuka meminta AS untuk sepenuhnya menerapkan perjanjian Doha, termasuk penarikan semua pasukan internasional, dengan mengatakan pihaknya telah berkomitmen pada pihaknya dalam kesepakatan itu. Kesepakatan itu bertujuan untuk mengamankan kepentingan keamanan AS di negara yang dilanda perang. .

Ketika pembicaraan berakhir tiba-tiba pada bulan Januari lalu, beberapa hari setelah mereka mulai, kedua belah pihak menyerahkan daftar keinginan masing-masing untuk agenda yang sekarang harus mereka saring untuk menyepakati butir-butir negosiasi dan urutan di mana mereka menyepakati hal tersebut.

Prioritas bagi pemerintah Afghanistan, Washington dan NATO adalah pengurangan serius dalam kekerasan yang dapat mengarah pada gencatan senjata, Taliban sampai sekarang menolak gencatan senjata segera.

Washington sedang meninjau perjanjian perdamaian Doha yang ditandatangani pemerintahan Trump sebelumnya dengan Taliban ketika konsensus meningkat di Washington. Namun Taliban menolak untuk menyepakati perjanjian damai tersebut.

Baca Juga: Bernostalgia Bersama, Berikut 5 Lagu Terbaik Karya Daft Punk

Tetapi baik Washington maupun NATO belum mengumumkan keputusan tentang nasib sekitar 10.000 tentara asing, termasuk 2.500 tentara Amerika, yang masih ditempatkan di Afghanistan.

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: Aljazeera


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X