Presiden Armenia Tolak Permintaan Perdana Menterinya, Dianggap Tindakan Inkonstitusional

- 28 Februari 2021, 10:55 WIB
Menang Tak Dianggap, Kalah Kena Umpat, Nasib PM Nikol Pashinyan Jadi Public Enemy Rakyat Armenia /armenpress

 

JURNAL PRESISI - Armen Sarkassian selaku Presiden Armenia menolak permintaan Perdana Menterinya, Nikol Pashiniyan untuk memecat Kepala Staff Ketentaraan negara itu, Onik Gaspariyan.

"Presiden Republik, dalam kekuasaan konstitusionalnya, telah mengembalikan draf keputusan dengan keberatan ... Menyamaratakan pendapat para pengacara dan ahli, kesimpulannya adalah bahwa draf keputusan tersebut pada dasarnya bertentangan dengan Konstitusi," tulis kantor tersebut di situsnya Sabtu, 27 Februari 2021.yang dikutip dari Sputniknews 

Adapun dalam situs itu menekankan bahwa tidak ada dukungan sang presiden terhadap salah satu kubu. Ia tetap berpatok pada kepentingan nasional negaranya.

Baca Juga: Melalui Dirjen Sumber Daya Air, Kementrian PUPR Targetkan 4 Bendungan di Jatim Rampung Tahun ini

Permasalahan politik Armenia sendiri masih belum pernah terjadi sebelumnya, yang menurut sang presiden, harus diselesaikan melalui keputusan yang komprehensif, bukannya memecat dan melakukan reshuffle terhadap ketentaraannya.

Hal ini dipicu oleh permintaan Pashaniyan yang mengumpulkan pendukungnya di Yerevan, ibukota Armenia untuk melakukan demonstrasi membelanya dan meminta pemecatan terhadap Gaspariyan.

Sang perdana menteri menganggap permintaan Gaspariyan yang mewakili Tentara Armenia agar Pashaniyan mengundurkan diri dari posisinya sebagai perdana menteri sebagai upaya kudeta terhadapnya. Hal ini dibalas dengan keinginan untuk memecat sang Kepala Staff Ketentaraan itu.

Baca Juga: Vaksinasi Gotong Royong untuk Percepatan dan Pemerataan Vaksinasi Covid-19 Dapat Lampu Hijau dari Pemerintah

Halaman:

Editor: Zaini Rahman


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X