Iran Minta AS Cabut Sanksinya Jika Ingin Tetap Menyelamatkan Kesepakatan Nuklir 2015

- 1 Maret 2021, 20:23 WIB
Embargo 13 tahun akan berakhir pada 18 Oktober, di bawah kesepakatan 2015 yang membatasi program nuklir Iran [Organisasi Energi Atom Iran via AP] /

 

JURNAL PRESISI – Upaya Amerika Serikat (AS) untuk mengadakan pembicaraan dengan Teheran guna menyelamatkan kesepakatan nuklir 2015 mendapat syarat dari Iran.

Dilansir dari Reuters pada Senin 1 Maret 2021, Iran mengatakan bahwa Amerika Serikat harus mencabut sanksinya terlebih dahulu jika ingin melanjutkan kesepakatan nuklir 2015 yang ditinggalkan oleh Mantan Presiden AS Donald trump.

Presiden Joe Biden menyatakan bahwa AS siap untuk melakukan pembicaraan antar kedua negara guna melanjutkan ketaatannya dengan pakta, di mana Teheran mengamankan pelonggaran sanksi dengan membatasi pekerjaan nuklirnya. Namun, kedua negara ingin yang lain bergerak lebih dulu.

Baca Juga: Demonstrasi Besar di Kazakhstan, Belasan Orang Ditangkap Polisi

Negara-negara Barat khawatir Iran ingin membangun senjata nuklir, sementara Teheran mengatakan bahwa itu tidak pernah menjadi tujuannya.

“Pemerintahan Presiden Joe Biden harus mengubah kebijakan tekanan maksimum Trump terhadap Teheran,” ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri Saeed Khatibzadeh.

Ia juga menambahkan bahwa sanksi keras yang dilancarkan kepada Iran harus dicabut jika tetap ingin melanjutkan pembicaraan terkait nuklir 2015 tersebut.

“Jika mereka ingin berbicara dengan Iran, pertama-tama mereka harus mencabut sanksinya terlebih dahulu,” ucapnya menambahkan.

Halaman:

Editor: Zaini Rahman


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X