Pihak Intelijen Sebut China Adalah Dalang Dibalik Upaya Peretasan Sistem IT Perusahaan Vaksin di India

- 2 Maret 2021, 21:25 WIB
Ilustrasi serangan siber /pixabay / the digital artist/

JURNAL PRESISI – Dua perusahaan vaksin di India, Bharat Biotech dan Serum Institute of India (SII), salah satu pembuat vaksin terbesar di dunia, menjadi korban percobaan peretasan oleh kelompok yang disebut sebagai APT10 alias Stone Panda.

Dikutip dari Reuters, Cyfirma, Perusahaan intelijen dunia maya yang bermarkas di Singapura dan Tokyo, adanya upaya peretasan dari sekelompok peretas yang didukung oleh pemerintah China untuk menyerang system IT dua perusahaan vaksin di India tersebut.

Pihak Cyfirma menyatakan bahwa ada celah dan kerentanan dalam infrastruktur dua perusahaan tersebut.

China dan India bersaing untuk menjual dan memberikan vaksin Covid-19 ke banyak negara.

Baca Juga: Langkah Konkret Gibran Usai Resmi Menjabat Wali Kota Solo, Manfaatkan Sosmed untuk Ruang Aduan Salah Satunya

India sendiri telah memproduksi lebih dari 60 persen dari semua vaksin yang dijual di dunia.

Kumar Ritesh, Kepala Eksekutif Cyfirma, menyampaikan penjelasannya. “Motivasi sebenarnya di sini adalah mengeksfiltrasi kekayaan intelektual dan mendapatkan keunggulan kompetitif atas perusahaan farmasi India,” kata Kumar, dilansir dari Reuters.

APT10, dikatakan Kumar, memang secara aktif menjadikan SII sebagai targetnya. SII diketahui memproduksi AstraZeneca untuk banyak negara, dan akan segera memproduksi untuk vaksin Novavax secara massal.

“Dalam kasus Serum Institute (SII), mereka telah menemukan sejumlah server publik yang dijalankan dengan server web yang lemah, ini adalah server web yang rentan,” ujar Kumar.

Baca Juga: Para Menlu ASEAN Siapkan Pertemuan Khusus Berupaya Padamkan Krisis Politik di Myanmar

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X