Azerbaijan Terima Kunjungan Perwakilan Turki, Wujud Kedekatan Dua Negara

- 11 Maret 2021, 18:57 WIB
Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev /Foto: azertag.az
JURNAL PRESISI - Hubungan Turki dan Azerbaijan menguat usai pertempuran Nagorno-Karabakh dan peperangan antara Azerbaijan dan Armenia yang dimenangkan oleh kubu Azerbaijan, meskipun juga mendapatkan kerugian yang besar.
 
Relasi kedua negara menguat dengan upaya membangun hubungan bilateral sekaligus trilateral dengan Turkmenistan yang berencana akan membangun hubungan perekonomian. Azerbaijan sendiri mulai bergerak ke pemulihan ekonominya pasca perang.
 
Melansir dari Daily Sabah, Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev menerima perwakilan "penting" dari Turki yang dipimpin oleh Akif Cagatay Kiliç, kepala Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Turki.
 
 
Kunjungan ini diterima di ibukota Azerbaijan, Baku pada Selasa, 9 Maret 2021.
 
"Hubungan antar parlemen kita juga berkembang dengan sangat baik. Kita selalu bersama dan mendukung satu sama lain, baik secara bilateral maupun dalam organisasi internasional," ujar Aliyev seperti yang dikutip dari Daily Sabah.
 
Ia juga menyampaikan bahwa Azerbaijan sangat bersyukur karena dukungan Turki ketika permasalahan Nagorno-Karabakh dengan Armenia.
 
"Hari-hari ini menunjukkan juga bagaimana bangsa kami terhubung, bagaimana kami saling mengasihi dan saling menghormati," tambah Presiden Azerbaijan itu.
 
 
Ia menambahkan bahwa konflik itu telah usai dan waktunya untuk "melihat ke depan" dan memikirkan tentang bagaimana kerjasama selanjutnya. Salah satu permasalahan penting yang disebutnya adalah pembukaan koridor Zangazur.
 
"Saya yakin bahwa kami akan mencapai hal ini melalui kerjasama," kata Aliyev berkaitan dengan permasalahan itu.
 
Sebagai ketua delegasi, Kiliç berterima kasih kepada Aliyev karena telah menjamu mereka dan menyampaikan salam dari Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dan Juru Bicara Parlemen, Mustafa Sentop.
 
 
"Kami sangat senang akan kemenangan anda, dan kami ingin berkunjung untuk menunjukkan persatuan dan solidaritas kami perihal ini," tutur Perwakilan Turki itu.
 
Kiliç berkunjung ke Lembah Syuhada untuk menghormati mereka yang tewas saat pembantaian  pasukan Soviet di Baku pada 1990 yang menewaskan 130 orang pada Rabu, 10 Maret 2021.
 
"Kami menunjukkan pada dunia melalui perang 44 hari bahwa mereka yang ingin melawan kami harus siap untuk bertarung melawan dua negara sekaligus," kata Kiliç ketika mengunjungi makam Presiden Heydar Aliyev dan Makam Syuhada.***

Editor: Zaini Rahman


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X