Krisis Politik Georgia, Anggota Parlemen Eropa Dukung Oposisi

- 11 Maret 2021, 19:07 WIB
Ilustrasi unjuk rasa. /unsplash/ @claybanks
 
JURNAL PRESISI - Kubu sosialis dari anggota Parlemen Eropa mengatakan pada Selasa, 9 Maret 2021 bahwa satu-satunya cara untuk mengakhiri krisis politik di Georgia adalah aktor politiknya kembali dalam perundingan damai dan berkontribusi untuk menurunkan ketegangan politik di negara Kaukasus itu.
 
Hal ini disampaikan oleh anggota Parlemen Eropa dari Estonia yang juga Pelapor Parlemen Eropa untuk Georgia bernama Sven Mikser yang tidak menyepakati penahanan Nika Melia, oposisi politik di Georgia.
 
“Mereka yang berkuasa memiliki tanggung jawab khusus untuk meredakan ketegangan ini, mencari solusi untuk kebuntuan politik saat ini dan tidak menanggapi provokasi dengan cara yang tidak proporsional,” tegasnya seperti yang dikutip Jurnal Presisi dari Civil Georgia. Ia juga menyerukan agar anggota oposisi masuk ke dalam Parlemen Georgia.
 
 
“Kaum moderat baik di partai yang berkuasa maupun oposisi harus menang dan harus mengatasi perpecahan politik dan menyelesaikan krisis politik saat ini,” dia menambahkan.
 
Selain Mikser, anggota Parlemen Eropa lainnya, Marina Kaljurand yang menjadi perwakilan untuk Kaukasus selatan mengatakan bahwa perkembangan ekonomi dan sosial Georgia justru terancam dengan adanya krisis politik tersebut.
 
“Krisis politik saat ini menyoroti pentingnya melanjutkan reformasi peradilan untuk meningkatkan kemandirian peradilan dan menetapkan standar peradilan tertinggi,” lanjut Kaljurand, menambahkan bahwa “ini khususnya menyangkut penunjukan hakim Mahkamah Agung.”
 
 
Ia menyatakan bahwa kubu sosialis dalam Parlemen Eropa mendukung upaya Presiden Dewan Eropa, Charles Michel dalam upayanya membantu menyelesaikan krisis politik Georgia,  termasuk penunjukan Christian Danielsson sebagai utusan untuk menengahi pembicaraan politik.***
 
 

Editor: Zaini Rahman


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X