Ilmuwan Temukan Medan Magnet Bumi Melemah, Sebabkan Kutub Utara dan Selatan Berpindah Tempat

- 22 Mei 2020, 23:36 WIB
WILAYAH besar dengan intensitas medan magnet yang berkurang telah diamati di antara Afrika dan Amerika Selatan.* /Division of Geomagnetism/DTU Space via Daily Mail /

JURNAL PRESISI - Ilmuwan telah menemukan medan magnet Bumi Berada pada tahap mulai melemah di antara benua Afrika dan Amerika Selatan.

Medan magnet ini sangat penting bagi kehidupan di Bumi karena dapat melindungi manusia dari radiasi kosmik dan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh sinar Matahari.

Saat ini, Ilmuwan mengamati wilayah Afrika dan Amerika Selatan dengan intensitas magnet yang berkurang, ini disebut Anomali Atlantik Selatan dan telah membentuk pusat intensitas minimum hanya dalam waktu 5 tahun.

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1441H Jatuh Pada Hari Minggu 24 Mei 2020.

Dikutip dari Daily Mail, para peneliti berspekulasi bahwa pelemahan tersebut adalah tanda bahwa Bumi sedang menuju pembalikan kutub. Yaitu ketika kutub utara dan selatan berpindah tempat dan terakhir kali ini terjadi 780.000 tahun yang lalu.

ILUSTRASI medan magnet yang melindungi Bumi dari radiasi kosmik dan partikel bermuatan dari sinar Matahari*
ILUSTRASI medan magnet yang melindungi Bumi dari radiasi kosmik dan partikel bermuatan dari sinar Matahari*

Sebelumnya artikel telah tayang di pikiran-rakyat.com dengan judul "Ilmuwan Sebut Medan Magnet Bumi Melemah Sebabkan Pesawat Ruang Angkasa Tidak Berfungsi"
(Pikiran Rakyat/Julkifli Sinuhaji)

Peneliti mengatakan anomali itu bisa mendatangkan malapetaka pada satelit atau pesawat ruang angkasa yang terbang melalui daerah itu dan akan mengalami kerusakan teknis.

Penemuan ini dibuat oleh tim dari Badan Antariksa Eropa (ESA) yang mengambil data dari konstelasi Swarm (sekelompok satelit).

Halaman:

Editor: Eggy Awang

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X