Kota Minneapolis Ricuh Buntut dari Terbunuhnya Pria Kulit Hitam Oleh Polisi Lokal

- 29 Mei 2020, 13:45 WIB
Para pengunjuk rasa berkumpul untuk menyaksikan sebuah gedung apartemen terbakar di dekat kantor polisi Kepolisian Minneapolis setelah seorang polisi kulit putih tertangkap pada video seorang pengamat menekan lututnya ke leher pria Afrika-Amerika George Floyd, yang kemudian meninggal di sebuah rumah sakit, di Minneapolis, Minnesota. , AS, 27 Mei 2020. Foto diambil 27 Mei 2020.*

JURNAL PRESISI -  Kota Minneapolis dilaporkan sedang dalam kondisi huru-hara.

Hal ini dampak dari kejadian seorang polisi yang melakukan penangkapan seorang laki-laki kulit hitam.

Sang pria kulit hitam yang diketahui lebih lanjut meninggal dunia akibat kesalahan prosedur penangkapan dari pihak polisi.

Baca Juga: Penelitian Ahli Amerika Ungkapkan 5 Kebiasaan Sehat yang Bisa Membuat Panjang Umur

Video penangkapan kemudian tersebar luas di media sosial dan memicu kericuhan oleh masyarakat Kota Minneapolis yang mengutuk tindakan polisi tersebut.

Ricuhnya suasana di Kota Minneapolis memaksa Gubernur Minnesota mengaktifkan Garda Nasional pada hari Kamis untuk membantu memulihkan ketertiban setelah dua hari protes keras di Minneapolis atas kematian seorang pria kulit hitam yang terlihat dalam video yang terengah-engah ketika seorang perwira kulit putih berlutut di lehernya.

Gubernur Tim Walz memerintahkan pasukan Garda Nasional untuk membantu polisi ketika pejabat penegak hukum setempat, negara bagian dan federal berusaha untuk meredakan ketegangan rasial yang dipicu oleh penangkapan fatal pada Senin malam atas George Floyd, 46.

Artikel ini sebelumnya telah tayang di Pikiran-Rakyat.com dengan judul

Gubernur AS Sampai Minta Bantuan Garda Nasional Buntut Dibunuhnya Pria Kulit Hitam oleh Polisi

Empat petugas polisi kota yang terlibat dalam insiden itu, termasuk yang terlihat menekan lututnya ke leher George Floyd ketika dia berbaring di tanah, dipecat dari pekerjaan mereka pada hari berikutnya.

Halaman:

Editor: Ben Sihotang

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X