Kekacauan di AS Merembet ke 40 Kota, Jam Malam Diaktifkan, Garda Nasional Turun Tangan

- 2 Juni 2020, 08:55 WIB
PARA pengunjuk rasa berkumpul di sekitar kantor polisi Minneapolis yang terbakar saat demonstrasi setelah seorang polisi kulit putih tertangkap video amatir menekan lututnya ke leher pria Afrika-Amerika George Floyd, yang kemudian meninggal di sebuah rumah sakit, di Minneapolis , Minnesota, Amerika Serikat 28 Mei 2020.* /ANTARA

JURNAL PRESISI -  Aksi protes terkait meninggalnya seorang berkulit hitam bernama George Floyd yang dilakukan oleh oknum polisi beberapa waktu lalu berbuntut panjang.

Gelombang aksi protes saat ini dikabarkan telah terjadi di 40 kota di seluruh Amerika Serikat, termasuk ibu kota Washington D.C.

Presiden Trump telah menginstruksikan pasukan Garda Nasional dalam upaya mereduksi aksi masa yang cenderung anarkis.

7 ribu pasukan Garda Nasional ini disiapkan di beberapa negara bagian dimana 5 ribu antaranya telah turun mengamankan aksi dari kekacauan.

Otoritas tiap-tiap negara bagian juga banyak yang telah mengaktifkan jam malam.

Di antara sejumlah kota yang memberlakukan jam malam adalah San Francisco, Denver, Miami, Atlanta, Minneapolis, Detroit, Kansas City, dan Dallas.

Baca Juga: New Normal Calon Penumpang Pesawat Harus Tiba di Bandara Empat Jam Sebelum Terbang

Dikutip dari Reuters melalui Antara, bahwa penjarahan terjadi pada Minggu di California Selatan, sebuah truk tanker melaju ke arah demonstran di Minneapolis dan bentrokan terjadi antara demonstran dengan polisi di Boston dan Washington, D.C saat Amerika Serikat berjuang untuk mengendalikan protes kacau tentang ras dan perilaku polisi.

Pasukan Garda Nasional dikerahkan di 15 negara bagian dan Washington, D.C. saat kota-kota besar mencoba bertahan setelah lima malam aksi kekerasan dan perusakan yang dimulai dengan protes damai atas kematian seorang pria kulit hitam, George Floyd, saat dalam tahanan polisi.

"Saya benci melihat kota saya seperti ini, tetapi pada akhirnya kami membutuhkan keadilan," kata Jahvon Craven yang berusia 18 tahun ketika ia menyaksikan para pengunjuk rasa di Interstate 35 di pusat Kota Minneapolis beberapa saat sebelum pukul 8 malam, ketika jam malam mulai berlaku di kota itu.

Halaman:

Editor: Ben Sihotang

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X