Jerman Ingin Menjadi Juru Damai Ketegangan Konflik Amerika dan Cina

- 2 Juni 2020, 08:01 WIB
Ilustrasi Mural Presiden Tiongkok Di Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump /SCMP

JURNAL PRESISI - Situasi konflik dalam negeri Amerika masih memanas dilanda unjuk rasa besar – besaran atas kematian George Floyd.

Demikian pula di luar negeri Amerika juga kerap berseteru dengan Negara Tirai Bambu Cina atas beberapa masalah seperti kasus pandemi Covid-19 hingga perang dagang.

Sebagai dua negara raksasa, konflik yang mereka alami telah menyita perhatian dari berbagai negara lain.

Jerman menyatakan suaranya untuk tidak ingin terjadi ketegangan perdagangan antara kedua negara tersebut.

Baca Juga: Pria Demonstran di AS yang Bertato Peta Indonesia Akhirnya Minta Maaf

Menteri luar negeri, Heiko Maas mengatakan bahwa negaranya ingin menjadi mediasi dalam membantu menyelesaikan ketegangan antara AS dan Cina.

Dilansir dari DW.com dalam wawancaranya, Heiko Maas tidak menginginkan jika perselisihan kedua negara tersebut sampai tidak bisa didamaikan. Selain itu, Maas juga berpendapat bahwa dunia tidak dapat dipecah menjadi dua kepentingan begitu saja.

Pekan lalu, pemerintahan Trump telah mengumumkan bahwa AS akan mempertimbangkan kembali status perdagangan dan keuangan khusus Hongkong.

Deklarasi ini muncul setelah Cina mengusulkan undang-undang keamanan Hongkong yang bertujuan melarang adanya pemisahan diri, subversif dan campur tangan asing.

Baca Juga: Buntut Keputusannya Keluar dari WHO, Kini Donald Trump Hadapi 'Serangan Balik'

Halaman:

Editor: Zaini Rahman

Sumber: DW


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X