AS dan Eropa Menekan Arab Saudi, Tuntut Bebaskan Pangeran Salman yang Dipenjara Tanpa Alasan

- 2 Juni 2020, 12:42 WIB
Pangeran Saudi Salman bin Abdulaziz yang dipenjara tampaknya tidak memiliki ambisi politik.* /AFP

JURNAL PRESISI – Amerika Serikat (AS) dan parlemen Eropa menekan Arab Saudi untuk membebaskan Pangeran Salman bin Abdulazis yang dipenjara.

Pangeran yang dikenal sebagai seorang yang dermawan tersebut dipenjara selama dua tahun tanpa tuduhan dan peradilan di tengah tindakan sewenang-wenang dan keras kerajaan yang terus meningkat.

Penahanan Pangeran Salman bin Abdulaziz dan ayahnya sejak Januari 2018 adalah bagian dari tindakan keras di bawah penguasa de facto Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang telah menjerat saingan potensial.

Baca Juga: Pemerintah Indonesia Putuskan Tidak Berangkatkan Jamaah Haji Tahun 2020, 1441 Hijriah

Tindakan keras kerajaan juga ditujukan kepada tokoh-tokoh yang tidak menunjukkan tantangan nyata bagi cengkeraman kekuasaannya.

Drama kerajaan Arab Saudi juga telah menyeret anggota keluarga Saad Aljabri, mantan pembantu pangeran dan pejabat tinggi intelijen lainnya yang ditahan, yang melarikan diri ke Kanada dan menyimpan rahasia negara.

Banyak pihak beranggapan Pangeran Salman tidak mungkin menjadi target dari Putra Mahkota.  Karena pangeran yang berusia 37 tahun tersebut tidak menunjukan gelagat dan ambisinya di dunia politik.

Baca Juga: Tersiar Kabar Pesepeda Meninggal di Monas Karena Memakai Masker, Simak Faktanya

Pangeran Salman sendiri memiliki pendidikan yang baik di Universitas Sorbonne Paris, seorang filantropi  bereputasi sebagai "cek kosong berjalan", karena ia kerap membatu mendanai proyek-proyek pembangunan di negara-negara miskin.

"Ini bukan hanya penangkapan yang melanggar hukum. Ini penculikan siang hari. Ini adalah penghilangan paksa," kata seorang rekan pangeran itu dikutip Pikiran-Rakyat.com dari AFP.

Halaman:

Editor: Ratri Ni'mah

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X