Amerika Serikat Mencekam, Trump Disembunyikan di Dalam Bunker Bawah Tanah, Simak Faktanya

- 2 Juni 2020, 14:43 WIB
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump./reuters

JURNAL PRESISI - Gelombang demonstran atas kematian George Floyd di luar gerbang Gedung Putih pada Jumat 29 Mei malam hari menyisakan spekulasi tersendiri.

Bagaimana tidak, adanya sebuah laporan bahwa agen dinas rahasia membawa Trump dan keluarganya ke bunker keselamatan adalah upaya untuk melindungi Presiden Amerika tersebut.

Mendengar informasi tersebut, Trump pun mengklaim bahwa hal tersebut tidak lah benar.

"Berita bohong," tulis Trump dalam akun Twitter @realDonaldTrump.

Dikutip dari Mirror melalui Pikiran-Rakyat.com, para pejabat mengakui bahwa Trump dan keluarganya tidak pernah dalam keadaan bahaya meskipun protes keras berlangsung selama tiga hari berturut-turut.

Menurut Fox News, Trump dikirim ke bunker bawah tanah di Gedung Putih, yang pernah digunakan selama ancaman teroris di masa lalu, akan tetapi hanya untuk 'waktu singkat'.

Trump masih tidak terlihat pada hari Minggu dan dilaporkan menolak untuk memberi keterangan di televisi sementara para demonstran kembali pada malam hari dan berhadapan dengan Garda Nasional dan polisi Washington.Baca Juga: Surabaya Memasuki Zona Hitam, Kota dengan Jumlah Positif COVID-19 Tertinggi Se Indonesia

Wali Kota Muriel Bower memberlakukan jam malam hingga pukul 23.00 dalam upaya untuk menekan bentrokan pada malam hari.

Akan tetapi Trump mengunggah sebuah cuitan pada akun Twitternya dan menyalahkan kerusuhan yang terjadi disebabkan oleh kaum kiri radikal.

Protes telah memanas di beberapa kota di Amerika Serikat setelah kematian George Floyd di usia 46 tahun.

Halaman:

Editor: Ratri Ni'mah

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X