Amerika Serikat Waspada Gelombang Demonstran Berpotensi Menjadi Babak Baru Transisi Wabah COVID-19

- 3 Juni 2020, 16:28 WIB
Aksi protes imbas kematian George Floyd di Amerika Serikat.*

JURNAL PRESISI - Ditengah-tengah aktivitas para demonstran membanjiri jalan-jalan di seluruh Amerika untuk mengecam pembunuhan George Floyd, para pakar kesehatan masyarakat khawatir dengan jarak yang begitu dekat antara para pengunjuk rasa.

Tak hanya itu, pakar kesehatan juga menyoroti banyaknya pengunjuk rasa yang tidak menggunakan masker dan dikhawatirkan dapat memicu transmisi baru dari virus corona di Amerika Serikat.

Banyak protes pecah di tempat-tempat di mana virus corona masih beredar luas di masyarakat.

Baca Juga: VIRAL! Dua Peserta Pelantikan Kepala Sekolah Se-Jatim Diduga Terjangkit Corona, Ratusan Orang ODP

Faktanya, tinjauan Associated Press yang dikutip Pikiran-Rakyat.com menemukan bahwa terjadi protes besar selama beberapa hari, termasuk Minneapolis-St. Paul, Chicago, Washington, D.C., dan Los Angeles.

"Sebagai sebuah bangsa, kita harus khawatir tentang rebound," tutur Walikota Washington Muriel Bowser memperingatkan Minggu setelah beberapa hari protes mengguncang ibukota negara.

Gubernur New York Andrew Cuomo mengeluhkan kerumunan orang, dengan mengatakan bahwa ratusan orang berpotensi terinfeksi virus corona, yang bisa menyebabkan berbulan-bulan jarak sosial di Amerika Serikat.

Artikel ini sebelumnya telah tayang dengan judul Amerika Serikat Was-was, Aksi Protes George Floyd Bisa Berujung Transmisi Baru Wabah Virus Corona

Wabah baru virus corona di tempat-tempat di mana pengunjuk rasa berkumpul dapat menyebabkan bangkitnya kembali virus corona.

Beberapa kota besar menjadi kekhawatiran dengan banyaknya kasus dan menunjukkan tingkat tertinggi kasus baru per kapita selama 14 hari terakhir.

Halaman:

Editor: Ratri Ni'mah

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X