Dampak Kerusuhan Demonstrasi Ditakutkan AS Jadi Pusat Penyebaran Baru Covid-19

- 3 Juni 2020, 21:49 WIB
PARA pengunjuk rasa berkumpul di sekitar kantor polisi Minneapolis yang terbakar saat demonstrasi setelah seorang polisi kulit putih tertangkap video amatir menekan lututnya ke leher pria Afrika-Amerika George Floyd, yang kemudian meninggal di sebuah rumah sakit, di Minneapolis , Minnesota, AS, 28 Mei 2020.*

JURNAL PRESISI - Kerusuhan akibat kematian George Floyd ini meluas sedikitnya di 40 kota di AS. Termasuk Ibu Kota Washington DC telah menerapkan jam malam dan status darurat, menyusul terjadinya aksi kekerasan dan kerusuhan yang mewarnai aksi protes.

Ditengah semakin meluasnya gelombang kerumunan aksi demonstrasi tersebut, para pejabat pemerintah dan ahli kesehatan khawatir akan terjadi transmisi penyebaran baru virus Covid-19.

Terlihat dari tayangan media banyak sekali para demonstran yang tidak memakai masker serta tidak menjaga jarak.

Baca Juga: Jerman Ingin Menjadi Juru Damai Ketegangan Konflik Amerika dan Cina

Dirilis dari Pikiran-Rakyat.com Walikota Washington Muriel Bowser telah memperingatkan kekhawatiran akan terjadinya penularan baru tersebut.

"Sebagai sebuah bangsa, kita harus khawatir tentang rebound," tuturnya Minggu setelah beberapa hari protes mengguncang ibukota negara.

Gubernur New York Andrew Cuomo juga mengeluhkan kerumunan orang itu, dengan mengatakan bahwa ratusan orang berpotensi terinfeksi Covid-19, yang bisa menyebabkan berbulan-bulan melakukan social distancing di Amerika Serikat.

Baca Juga: Begini Prosedur Refund Setoran Biaya Pelunasan Haji 2020 yang Batal

Wabah baru virus corona di tempat-tempat di mana pengunjuk rasa berkumpul dapat menyebabkan bangkitnya kembali virus corona.

Artikel ini telah ditayangkan di Pikiran-Rakyat.com dengan judul : Amerika Serikat Was-was, Aksi Protes George Floyd Bisa Berujung Transmisi Baru Wabah Virus Corona

Halaman:

Editor: Zaini Rahman

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X