Rencana Trump Kerahkan Militer Untuk Bubarkan Demonstrasi Ditentang Menhan AS

- 4 Juni 2020, 22:24 WIB
MENTERI Pertahanan Amerika Serikat, Mark Esper.* AFP/CHIP SOMODEVILLA

JURNAL PRESISI - Presiden Amerika Donald Trump beberapa hari lalu mengatakan ia berencana akan mengerahkan pasukan militer untuk mengakhiri aksi unjuk rasa ribuan warga AS yang memprotes tewasnya George Floyd.

Ia menganggap beberapa negara bagian telah gagal mengendalikan gelombang aksi unjuk rasa.

Namun rencana Trump ini tidak didukung oleh Menteri Pertahanan Amerika Mark Esper.

Baca Juga: Akun Donald Trump Dihapus Snapchat dari Daftar Promosi, Joe Biden Ejek Trump

Dilansir dari Antara Esper menyatakan ia tidak setuju diberlakukan Undang-undang Huru-Hara untuk mengerahkan kekuatan militer membubarkan aksi unjuk rasa.

"Pengerahan pasukan militer aktif guna membantu penegakan hukum merupakan opsi paling terakhir yang akan dipilih hanya dalam situasi paling mendesak dan berbahaya. Kita tidak dalam situasi seperti itu sekarang," kata Esper saat jumpa pers, rabu (3/6)

"Saya tidak mendukung pemberlakuan Undang-Undang Huru-Hara," ujar dia.

Esper juga mengatakan ia menyesal telah menggunakan istilah "medan perang" pada minggu ini untuk mendeskripsikan lokasi berlangsungnya unjuk rasa.

Baca Juga: Dampak Kerusuhan Demonstrasi Ditakutkan AS Jadi Pusat Penyebaran Baru Covid-19

"Jika melihat ke belakang, saya akan menggunakan kata lain sehingga tidak mengalihkan perhatian warga ke isu yang lebih penting, dan tidak membiarkan pihak lain beranggapan kami ingin menempatkan masalah ini ke urusan militer," kata Esper.

Halaman:

Editor: Zaini Rahman

Sumber: antaranews


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X