Pemerintah Prancis Laksanakan Pilkada Putaran Kedua, Partai Macron Gagal Mendulang Suara Mayoritas

- 30 Juni 2020, 05:05 WIB
Presiden Prancis, Emmanuel Macron sindonews

JURNAL PRESISI -  Pemerintah Prancis beberapa sat yang lalu melaksanakan pemilihan umum lokal atau setara dengan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Indonesia.

Pilkada di Prancis ini sempat tertunda dilaksanakan pasca merebaknya wabah COVID-19 di Eropa, termasuk di Prancis.

Para pemilih di Prancis mengenakan masker untuk memberikan suara mereka dalam pemilihan putaran kedua di seluruh wilayah yang sempat tertunda.

Baca Juga: Imam Nahrawi Divonis 7 Tahun Penjara, Denda Rp 18 Miliar Lebih, dan Dicabut Hak Politiknya 4 Tahun

Presiden Emmanuel Macron dan partainya dimungkinkan gagal memenangkan suara di seluruh wilayah Prancis. Setahun yang lalu, Macron berharap pemilihan lokal akan membantunya melabuhkan partainya di seluruh kota yang ada di Prancis.

Dikutip Jurnal Presisi dari Reuters, diketahui sebelumnya, pemilihan putaran pertama terjadi pada pertengahan Maret, kurang dari 48 jam sebelum Macron memberlakukan lockdown yang memaksa penundaan pemilihan putaran kedua.

Di TPS, panitera mengenakan masker dan pelindung wajah, beberapa duduk dibelakang layar kaca. Pandemi masih bisa menekan jumlah pemilih. Pemilih yang datang ke TPS berada di angka 15,3%.

Baca Juga: Wajib Dibawa! Mulai 1 Juli 2020, Keluar Masuk Jakarta Tetap Pakai SIKM, Begini Cara Mengurusnya

Anne Hidalgo, seorang sosialis berada di jalur kemenangan yang nyaman setelah kampanye kacau diciptakan oleh Macron dan partainya, La Republicque en Marche.

Paris sepertinya bukan satu-satunya kekecewaan bagi Macron, kota-kota seperti Lyon, Marseille, dan Bordeaux menyumbang kekalahannya.

Halaman:

Editor: Ben Sihotang

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X