Sejumlah Negara Peringatkan Aneksasi Tepi Barat Palestina akan Ciptakan Bumerang Bagi Israel Sendiri

- 2 Juli 2020, 19:13 WIB
DEMONSTRAN Palestina menggunakan sling untuk melempar batu ke pasukan Israel selama bentrokan di sebuah protes di desa al-Mughayyir dekat Ramallah, di Tepi Barat yang diduduki Israel, Jumat 25 Januari 2019.*/REUTERS /

JURNAL PRESISI - Kecaman yang timbul atas upaya Israel mencaplok wilayah pantai tepi barat Palestina kini semakin gencar disuarakan dunia internasional.

Sejumlah Negara di dunia dengan tegas menolak dan mendesak Israel agar membatalkan rencana tersebut karena melanggar hukum internasional dan disisi lain akan menciptakan masalah bagi israel dimasa depan karena telah melanggar pakta perjanjian perdamaian.

Sebelumnya, Israel merencanakan aneksasi tersebut sebagai upaya menegaskan kedaulatan Israel di semua pemukiman ilegal Yahudi, termasuk Lembah Jordan.

Baca Juga: DKI Jakarta Resmi Larang Penggunaan kantong Plastik, Pedagang dan Rakyat Kecil Bingung penggantinya

Kecaman tersebut datang karena wilayah Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dipandang sebagai wilayah di bawah hukum internasional, sehingga membuat semua pemukiman Yahudi di sana serta aneksasi yang direncanakan adalah hal yang ilegal.

Para pejabat Palestina telah mengancam untuk menghapuskan perjanjian bilateral dengan Israel jika rencana itu dilanjutkan.

Hal ini akan berdampak signifikan terhadap hubungan kedua negara dan akan merusak perjanjian yang telah terjalin.

Baca Juga: PENGUMUMAN! Peserta UTBK dan SBMPTN 2020 Wajib Memiliki Surat Hasil Tes Cepat dan Tes Usap PCR

Mengenai upaya Israel tersebut, berikut adalah sejumlah negara serta organisasi Internasional yang melontarkan kecaman seperti dikutip dari Aljazeera melalui Pikiran-Rakyat.com.

Dalam sebuah tajuk rencana di surat kabar terlaris Israel, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyerukan agar rencana pencaplokan dibatalkan.

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X