Teliti Penyebab Adanya OTG pada Covid-19, Ilmuwan Tiongkok Temukan Hal yang Mencengangkan

- 13 Juli 2020, 19:15 WIB
Ilustrasi virus corona. (Getty Images/iStockphoto) /

JURNAL PRESISI - Para ilmuwan di Tiongkok melakukan penelitian terhadap orang tanpa gejala (OTG) yang terinfeksi Covid-19.

Menurut mereka, ada kemungkinan bahwa Covid-19 menghasilkan partikel-patikel yang rusak hingga dapat menyebabkan OTG.

Dikutip dari Pikiran-Rakyat.com dari laman South China Morning Post, sekitar 20 persen kasus Covid-19 di dunia berasal dari pasien OTG.

Baca Juga: NASA Kembali Perhatikan Kebijakan ke Luar Angkasa, Ketakutan pada Virus dan Bakteri yang Mengancam

Mereka khawatir jika para pasien OTG ini mempunyai keterlibatan yang besar dalam penyebaran secara 'diam-diam' di seluruh dunia.

Penelitian itu melaporkan bahwa seorang pasien di Kota Chongqing, Tiongkok telah dinyatakan positif dan dirawat selama 45 hari tanpa ada gejala.

Hingga saat ini, belum diketahui mengapa pasien tersebut tidak menunjukkan gejala Covid-19.

Sebelumnya artikel telah tayang di pikiran-rakyat.com dengan judul "Ilmuwan Tiongkok Temukan Partikel Penyebab Pasien Covid-19 Tanpa Gejala"

Namun, laporan penelitian tersebut menuliskan, kasus-kasus pasien OTG tidak perlu mendapatkan perhatian yang berlebih.

Penelitian tersebut dipimpin oleh Profesor Li Lanjuan dari State Key Laboratorium dan juga diikuti oleh ilmuwan dari Perawatan Penyakit Menular di Universitas Zhejiang, Tiongkok.

Mereka menemukan bahwa sel yang terinfeksi oleh Covid-19 dapat melepaskan partikel-partikel baru dengan jumlah besar.

Baca Juga: Jokowi Tanggapi Kenaikan Kasus Positif Covid-19, Doni Monardo: Masih Ada Yang Anggap Konspirasi

Partikel-partikel tersebut memiliki gen Covid-19 yang tidak lengkap dan tidak terbungkus dalam membran pelindung.

Beberapa dari partikel-partikel itu juga terlihat lebih kecil dari virus normal dan memiliki bentuk yang tidak beraturan.

Li menduga hal tersebut sebagai DIP, atau partikel-partikel pengganggu yang rusak.

Baca Juga: Kisah dan Fakta Mata Air 'Abadi' Zam-zam, Bisa Tenggelamkan Bumi Jika Tanpa Kuasa Allah SWT

Menurut Li, DIP adalah mutasi yang tidak sempurna dari Covid-19 saat mereka sedang bereplikasi.

Li menuturkan, Covid-19 menyimpan gennya dalam asam ribonukleat yang rentan terhadap kesalahan replikasi, seperti hilangnya gen-gen pada protein.

Dirinya kemudian menegaskan, partikel-partikel tersebut dapat menjadi salah satu alasan adanya pasien OTG pada tingkat molekuler.

Baca Juga: PT LIB Minta Klub Pilih Home Base di Pulau Jawa Untuk Kelanjutan Kompetisi Liga 1 2020

Beberapa ilmuwan yang ikut andil dalam penelitian tersebut juga berpendapat bahwa pasien OTG berkemungkinan menjadi penyebab awal peningkatan kasus Covid-19 di beberapa negara.

Kendati demikian, pada April 2020 lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa pasien OTG tidak berpotensi menyebarkan Covid-19.

Seorang ahli epidemiologi di Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok mengatakan, penelitian yang dipimpin oleh Li tersebut dapat membantu WHO dalam mengatasi pandemi Covid-19.

Baca Juga: Stop kebiasaan Seret Masker di Dagu, Pemerintah Himbau Pemakaian Masker yang Baik dan Benar

"Penemuan baru ini dapat membuat WHO menyelamatkan diri dari air panas, dan membantu mereka dalam pandemi ini" ujar ahli epidemiologi yang tidak ingin disebutkan namanya.

Pada laporan penelitian tersebut, Li menyebut bahwa ada beberapa virus yang terkait dengan partikel.

Meskipun begitu, Li masih belum bisa menyimpulkan apakah mereka dapat menyebabkan pasian-pasian OTG atau tidak.***

(Pikiran Rakyat/Sarah Nurul Fatia)

Editor: Eggy Awang

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X