Negara Kaya yang Mendadak Sulit untuk Makan, Pasca Ledakan Lebanon Kini Terancam Kelaparan

- 6 Agustus 2020, 06:00 WIB
Kerusakan yang terjadi pascaledakan dahsyat di salah satu wilayah di area pelabuhan Beirut, Lebanon pada 5 Agustus 2020. /REUTERS/ Mohamed Azakir

JURNAL PRESISI - Akibat ledakan besar yang terjadi di Beirut Lebanon tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan berat tetapi juga mengancam stok pangan Lebanon.

Pasalnya gudang yang menjadi lumbung pangan di dekat pelabuhan Beirut ikut hancur. Sehingga Lebanon saat ini hanya mempunyai stok pangan yang hanya cukup untuk sekitar satu bulan.

Ledakan dahsyat yang berasal dari 2.750 ton amonium nitrat tersebut turut menghancurkan pintu masuk utama untuk impor sumber pangan di negara berpenduduk enam juta orang lebih itu.

Baca Juga: Sudah Kerja Keras Belum Punya Rumah, Tak Perlu Tirakat Cukup Amalkan Doa dari Waliyullah ini

Melansir dari Antara Menteri Ekonomi Lebanon Raoul Nehme mengatakan untuk menjamin ketersediaan pangan Lebanon saat ini membutuhkan persediaan padi-padian untuk tiga bulan.

Media lokal menyebut silo di Beirut yang ikut porak poranda itu tengah menyimpan sekitar 15.000 ton gandum/padi - padian.

Silo di pelabuhan Beirut sendiri mempunyai kapasitas yang bisa menampung hingga 120.000 ton padi-padian

Namun untungnya masih ada empat kapal pengangkut bahan pangan total 28.000 ton gandum yang tidak ikut hancur karena masih dalam perjalanan ke pelabuhan.

Baca Juga: Penjual Berparas Cantik dan Gemol, Es Dawet Ireng Laris Manis Diserbu Pembeli

Kini pihak pemerintah tengah mengupayakan tempat penyimpanan baru untuk memindahkan bahan makanan yang belum sampai itu.

Halaman:

Editor: Zaini Rahman

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X