Warga Lebanon Murka, Pemerintah Seakan Cuci Tangan Mengenai Tanggung Jawab Keberadaan Gudang Amonium

- 6 Agustus 2020, 15:14 WIB
Korban ledakan di Lebanon saat berada di salah satu rumah sakit.* /Timour Azhari/Al Jazeera /

JURNAL PRESISI - Insiden ledakan yang sangat mengerikan di sebuah pelabuhan Beirut, Lebanon pada Selasa 4 Agustus 2020, setidaknya menewaskan 135 orang dan membuat 5000 orang luka-luka.

Pemerintah Lebanon sampai detik ini masih melakukan investigasi mengenai bencana tersebut.

Menurut informasi, ledakan mengerikan tersebut disebabkan oleh kebakaran yang memicu 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di sebuah gedung di area pelabuhan tersebut.

Baca Juga: Klarifikasi Ditangkap Ketika Telanjang, Hana Hanifah Akui Ditawar Saat Jalani Job di Medan

Sementara itu, Pemerintah Lebanon memastikan dalam waktu cepat akan menangkap dan menahan orang yang bertanggung jawab atas insiden mengerikan itu.

Di tengah proses ivestigasi yang sedang dilakukan, kini muncul fakta baru yang membuat kemarahan masyarakat Lebanon semakin menjadi-jadi.

Fakta itu adalah bahwa pemerintah Lebanon telah mengetahui bahwa bahan peledak itu telah disimpan lebih dari enam tahun lalu.

Baca Juga: Fix! Gaji ke-13 PNS Pensiun Cair Senin 10 Agustus 2020, Berikut Besaran Nominal yang akan Diterima

Kemarahan masyarakat Lebanon itu dicurahkan dan trending di berbagai platform media sosial dengan hashtag #tutupmulut.

Ketika kisruh siapa yang harus bertanggung jawab dengan ledakan ini, sejumlah pihak justru seolah tak mau disalahkan.

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X