400 Milisi Taliban Dibebaskan, Indonesia Ingin Perundingan Perdamaian Intra-Afghanistan Dimulai

- 13 Agustus 2020, 22:58 WIB
Juru Bicara Kemenlu Teuku Faizasyah /Jurnal Presisi /*Antara

JURNAL PRESISI - Indonesia mengharapkan perundingan intra-Afghanistan segera dimulai. Dengan adanya persetujuan majelis besar Afghanistan Loya Jirga, yang membebaskan 400 tahanan Taliban maka jalan menuju negosiasi damai tersebut semakin terbuka lebar.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah menuturkan jika Indonesia menghormati proses perdamaian yang dimiliki dan dipimpin oleh Afghanistan sendiri, dan berharap agar perundingan intra-Afghanistan dapat berlangsung lancar untuk mengakhiri koflik saudara di negara tersebut

“Pada prinsipnya Indonesia menghormati hasil keputusan yang disepakati pada Loya Jirga Afghanistan dan berharap perundingan intra-Afghanistan dapat segera dimulai,” ujar Teuku Faizasyah dilansir dari Antaranews Kamis 13 Agustus 2020.

Baca Juga: Duh! Pasca Shalat Jumat Perdana di Hagia Sophia Muncul Klaster Baru Penularan COVID-19 di Turki

Lanjutnya Indonesia berharap dapat berkontribusi dalam perundingan tersebut dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan siap sedia menghadiri undangan tersebut.

Pemerintah Afghanistan pada akhir pekan lalu bersedia membebaskan 400 tahanan Taliban yang cukup ‘berbahaya’. Keputusan tersebut merupakan syarat yang diminta oleh Taliban untuk bergabung dalam perundingan perdamaian.

“Untuk menghilangkan rintangan, memungkinkan proses perdamaian dimulai, dan mengakhiri pertumpahan darah, Loya Jirga menyetujui pembebasan 400 anggota Taliban,” kata majelis dalam sebuah resolusi.

Baca Juga: Cak Imin Tak Berdaya Kena Semprot Istrinya: Dana Triliunan buat Covid-19 Kok Enggak Terasa?

Dengan adanya pembebasan tersebut, pemerintah Afghanistan akan menepati janjinya untuk membebaskan seluruh 5.000 tahanan Taliban.Sebagai awal pembicaraan perdamaian akan dimulai di Doha paling cepat minggu ini.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani memberi himbauan pada kelompok gerilyawan itu agar berjanji untuk melakukan gencatan senjata selama dimulainya perundingan.***

Halaman:

Editor: Zaini Rahman

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X