Mengejutkan! Dolar Amerika Anjlok Selama Delapan Minggu Berturut - turut

- 15 Agustus 2020, 06:00 WIB
ILUSTRASI kurs dolar.* /REUTERS/

JURNAL PRESISI - Dolar Amerika merosot pada hari Jumat, jatuh selama delapan minggu berturut-turut. Investor terus menghindari dolar. Melirik mata uang lain yang ekonominya saat ini mengungguli Amerika Serikat dalam hal mengelola pandemi virus corona.

Penundaan stimulus tambahan AS untuk bantuan penanganan virus corona tidak membantu perjuangan untuk menaikkan dolar.

Penurunan dolar selama delapan minggu berturut-turut adalah pelemahan terpanjang dalam satu dekade menurut data Refinitiv. 

Baca Juga: Alhamdulillah! Kombinasi Obat Penawar COVID-19 Temuan Unair Siap Diproduksi Bulan Depan

“Faktanya adalah virus corona domestik di Amerika Serikat adalah epidemi terburuk dari ekonomi yang sebanding dan itu karena kurangnya manajemen dari otoritas AS,” kata Ranko Berich, seorang kepala analisis pasar di Monex Europe di London.

"Itu berarti wabah tersebut telah menciptakan prospek yang secara material lebih buruk bagi ekonomi AS daripada rekan-rekannya,"lanjutnya.

Harapan untuk stimulus tambahan untuk memerangi pandemi telah memudar pada hari Jumat. Hal ini diperburuk dengan Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat dalam masa reses.

Tidak ada pula pembicaraan baru yang dijadwalkan dengan negosiator Presiden AS Donald Trump.

Baca Juga: Jalin Hubungan Biteral dengan Israel, Palestina Sebut Uni Emirat Arab sebagai ‘Pengkhianat’

Dalam perdagangan, indeks dolar tergelincir 0,2% menjadi 93,105 = USD, pada rentang kecepatan penurunan delapan minggu berturut-turut. Ini merupakan penurunan beruntun terburuk sejak Juni 2010.

Halaman:

Editor: Zaini Rahman

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X