AS Mangkir Bayar Utang ke WHO Rp 1,16 Triliun, Babak Baru Trump vs Joe Biden x WHO

- 3 September 2020, 15:07 WIB
Donald Trump dan Joe Biden /

JURNAL PRESISI - Tuduhan Presiden Amerika Serikat Trump">Donald Trump ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai boneka China masih belum mereda bahkan masih alot.

Trump dengan pendiriannya tetap kukuh ingin melepaskan AS dari keanggotaan WHO pada 6 Juli 2020 lalu.

Reaksi AS tersebut dinilai beberapa pihak menyalahi resolusi kongres AS tahun 1948 dengan ketentuan jika ada negara yang ingin melepas diri dari keanggotaan WHO, maka diharuskan memberi konfirmasi tentang pengunduran diri minimal 1 tahun sebelum tenggat waktu.

Baca Juga: Spesifikasi dan Harga Realme 7 dan Realme 7 Pro, Masuk Pasar Indonesia?

Bahkan, Amerika Serikat menyebut bakal mangkir soal tanggungan utang kepada WHO sebersar 80 juta dolar AS (setara dengan Rp1,16 triliun) dan lebih mengarahkan pendanaan tersebut digunakan membantu negara-negara untuk membayar tagihan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York.

Berdasarkan resolusi tersebut jika AS memang menarik diri, maka Washington diharuskan membayar utang fiskal tahun ini kepada organisasi yang bermarkas di jenewa, Swiss tersebut.

Wakil asisten Menlu Biro Biro Urusan Organisasi Internasional Departemen Luar Negeri, Nerissa Cook mengatakan utang AS pada WHO untuk tahun fiskal 2019 dan 2020 kini mencapai 80 juta dolar.

Baca Juga: Ternyata Sarapan Populer Ini Dibuat Untuk Cegah Orang Masturbasi, Simak Faktanya!

"Keduanya sedang bersama-sama diprogram ulang ke PBB untuk membayar biaya reguler PBB," kata Cook. Ia merujuk pada uang yang harus dibayarkan Washington kepada PBB di New York.

Untuk saat ini, asisten administrator untuk kesehatan global Badan AS untuk Pembangunan Internasional, Alma Golden mengatakan Washington kini telah mengidentifikasi mitra-mitra baru pengganti WHO untuk melanjutkan pendanaan kesehatan global.

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X