China Tolak Mentah-mentah Usulan Trump Ingin Tengahi Konflik Perbatasan India-China

- 5 September 2020, 14:55 WIB
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump /.*/AFP

JURNAL PRESISI - Konflik panjang antara China dan India soal sengketa perbatasan pegunungan wilayah barat Himalaya akhirnya tiba disaat perwakilan pimpinan kedua negara tersebut melakukan pertemuan.

Pembicaraan yang dilakukan di Moskow pada, Jumat tersebut merupakan kali pertamanya kontak politik tatap muka tingkat tertinggi dimana menghadirkan kedua belah pihak Menhan semenjak konflik mencuat.

Pihak Kementerian Pertahanan India mengkonfirmasi dalam akun resmi Twitter mereka bahwa pembicaraan tersebut berlangsung sekitar 2 jam 20 menit.

Baca Juga: Rizky Febian Blak - blakan! Buntut Kemesraannya dengan Anya Geraldine, Sule Dapat Teror Pembunuhan

Sementara itu, dilansir Global Times mengungkap pernyataan Menteri Menteri Pertahanan China Wei Fenghe menganggap mitranya dari India Rajnath Singh bahwa New Delhi memikul tanggung jawab penuh atas ketegangan perbatasan saat ini.

Usai pertemuan kedua belah pihak yang terlibat konflik, secara tiba-tiba Trump yang berada di Gedung Putih memberikan pernyataan pada wartawan bahwa Amerika Serikat siap menyikapi hal tersebut dengan menarik diri sebagai pihak penengah ketegangan.

"Kami siap membantu dengan hormat pada China dan India. Jika kami dapat melakukan sesuatu, kami akan suka terlibat dan membantu," ujar Trump.
Dilansir dari Reuters, sumber dari pemerintah AS mengatakan AS tidak melihat dimana baik China maupun India tak berminat mendorong pertikaian itu ke titik di mana mereka akan terlibat dalam peperangan.

Baca Juga: Angin Segar! Mahasiswa FTUI Berhasil Sulap Lumpur Lapindo Menjadi Batu Bata Ramah Lingkungan

"sangat tak menyenangkan," seraya mengatakan bahwa kedua negara "sedang bertikai jauh lebih kuat daripada yang banyak orang ketahui." Ujar Trump dalam pernyataannya kepada wartawan.

Dilansir dari Antara, Trump menawarkan menengahi dua negara yang memiliki senjata nuklir itu pada masa lalu.
Namun, China mengatakan bahwa tak dibutuhkan pihak ketiga untuk jadi penengah dan India juga tampak dingin dengan gagasan mediasi itu.***

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X