Pantai Teluk AS Bersiap Hadapi Badai, Harga Minyak Alami Kenaikan Lebih dari 2 Persen

- 16 September 2020, 12:06 WIB
Ilustrasi kilang minyak mentah. /Reuters/

JURNAL PRESISI - Gangguan pasokan minyak pada Pantai Teluk AS akibatkan harga melambung tinggi lebih dari dua persen pada perdagangan hari ini Rabu 16 September.

Selain itu, muncul kekhawatiran akan permintaan minyak di pasar dunia yang disebabkan adanya perkiraan bahwa pemulihan ekonomi pasca pandemi akan berjalan lambat.

Pada kontrak 15 September untuk pengiriman bulan November mendatang, jenis minyak Brent mengalami kenaikan sebesar 92 sen atau setara 2,3 persen yang menjadi 40,53 dolar AS per barel.

Baca Juga: Segera Daftar, Ini Syarat Dapat Bantuan Rp 500 Ribu Per KK Beserta Cara Ceknya

Kemudian pada minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 1,02 dolar AS atau sebesar 2,7 persen sehingga menjadi 38,28 dolar AS per barel.

Harga kedua pacuan minyak tersebut naik kendati Badai Sally di Pantai Teluk AS mendarat.

Pelabuhan ekspor utama akhirnya ditutup hingga seperempat dari produksi minyak dan gas lepas pantai AS juga ikut ditutup.

Baca Juga: Kabar Gembira! Kartu Prakerja Gelombang 9 Akan Dibuka, Ini Jadwal dan Syaratnnya

Lintasan Badai Sally tersebut berpindah ke arah timur menuju Alabama barat disertai dengan angin kencang sehingga hanya beberapa kilang saja yang beroperasi di Pantai Teluk AS.

Proyeksi permintaan minyak tetap berada pada titik lemah sehingga perlu pembatasan untuk kenaikan harga.

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X