Tantang Tekanan AS, Korut Lagi-lagi Mencoba Luncurkan Rudal Balistik Bawah Laut dari Kapal Selam

- 17 September 2020, 19:40 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memandu di lokasi percobaan penembakan rudal balistik kapal selam dari bawah air. /Dok. KCNA via Reuters

 

JURNAL PRESISI - Ditengah macetnya pembicaraan nuklir antara Korea Utara dengan Amerika Serikat belakangan ini, uji coba pertama rudal balistik bawah air milik Korea Utara akan segera dilakukan.

Korea Utara telah memperbaiki kerusakan akibat topan pada galangan kapal Sinpo Timur Laut,” sebuah pernyataan yang dimuat dalam tulisan Kepala Staff Gabungan Korea Selatan, Won In-Choul kepada anggota parlemen menjelang sidang konfrimasi dilansir dari Koreatimes.

Kabarnya, tak lama setelah perbaikan selesai dilakukan ada kemungkinan Korea Utara untuk melakukan uji coba rudal balistik. Pihak militer Korea Selatan terus mengamati perkembangan di wilayah Sinpo tersebut.

Baca Juga: Ingin Rezeki Lancar ? Syekh Ali Jaber Anjurkan Mengamalkan Ini Agar Rezeki Melimpah

Beberapa tahun terakhir, Korea Utara sangat berusaha keras untuk mencapai pelucuran rudal dari kapal selam. Menurut para ahli, senjata semacam itu sangat sulit terdeteksi sebelum diluncurkan karena termasuk dalam senjata paling proaktif.

Pada Oktober tahun lalu merupakan peluncuran pertama dari jenisnya dalam tiga tahun terakhir sejak Korea Utara memasuki negosiasi nuklir dengan pihak Amerika Serikat tahun 2018.

Negosiasi nuklir sepat terhenti sejak KTT di Vietnam 2019 antara Kim Jong Un dan Donald Trump yang terlibat perselisihan mengenai sanksi yang dipimpin AS kepada Korea Utara. Kepala Forum Studi Pertahanan Korea Selatan (swasta) Jung Changwook mengatakan bahwa Korea Utara melakukan uji coba rudal balistik untuk meningkatkan kemampuan serangan nuklir miliknya dan sedikit lebih banyak untuk menekan pihak AS.

Baca Juga: Wah! Selain Menambah Gairah, Ini 5 Manfaat Mendesah Saat Berhubungan Intim

Muncul pula spekulasi bahwa Korea Utara akan menguji rudal tersebut sebelum peringatan Partai Buruh yang sedang berkuasa yakni 10 Oktober.

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: koreatimes


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X