Ketidakpastian Proyeksi Ekonomi AS Penyebab Dolar Terus Merosot

- 19 September 2020, 12:01 WIB
Ilustrasi uang dolar. (Ringtimes Bali) /Ringtimes Bali

JURNAL PRESISI - Selama sepekan ini dolar AS terus mengalami kemerosotan terhadap mata uang enam negara lainnya.

Serangkaian data menunjukkan bahwa telah terjadi suatu ketidakpastian atau situasi
kebimbangan di Amerika Serikat sendiri pada sektor ekonomi utamannya tentang laju pemulihan Federal Reseverse.

Berdasarkan pengukuran greenback, indeks dolar terhadap enam mata uang utama lainnya turun sebesar 0,2 persen menjadi 92,956, setelah naik level tertinggi selama sepekan di angka 93,614 pada sesi awal. Namun di sesi akhir mengalami pelemahan akibat meningkatnya resiko.

Baca Juga: Lima Hari Berurut, Dolar AS Jatuh dari Yen Jepang, Ternyata ini Penyebabnya

Yen Jepang naik ke level tertinggi terhadap euro sejak akhir Juli lalu. Sementara dolar merosot ke level terendah selama tujuh minggu terhadap save haven Jepang. Sejauh ini pergerakan dari euro sendiri terhadap greenback berjalan meluas ke mata uang lainnya.

Data ekonomi AS menunjukkan bahwa pengangguran di AS mencapai 860.000 orang dengan diiringi pula dengan longgarnya kebijakan moneter pada indeks Philadelphia Fed.

“Prospek ekonomi sangat tidak pasti, kami akan memiliki berita atau petistiwa yang
mengatakan akan ada vaksin pada Oktober dan berikutnya akan ada vaksin pada akhir 2021,” ujar Ron Simpson selaku Direktur Pelaksana Analisis Mata Uang Global Action Economics dilansir dari Antara.

Baca Juga: Tayang Hari Ini! Berikut Link Streaming 'Yowis Ben The Series' Via WeTV dan Iflix

Fed berencana mempertahankan tingkat suku bunga hingga mendekati nol hingga pasar tenaga kerja mendapatkan lapangan kerja maksimum dan target inflasi berada pada tingkat dua persen yang diperkirakan suku hunga ditahan sampai 2023.

Pada perdagangan Kamis 17 September sore, dolar turun 0,3 persen teradap yen menjadi 104,69 yen, sementara euro sedikit melemah terhadap yen diangka 123,93 yen.

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X