Ajukan Keluhan Terhadap Trump, TikTok Punya Waktu Hingga November Mendatang

- 20 September 2020, 18:21 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. /New York Post

JURNAL PRESISI - Pihak aplikasi video TikTok telah menindaklanjuti pemblokiran yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat.

Tindakan yang diambil TikTok yakni telah meminta seorang hakim AS untuk mengajukan pengaduan yang ditujukan agar tidak memberlakukan larangan terhadap jaringan media sosial populer asal China itu.

Secara resmi, ByteDance mengajukan kepada pengadilan federal di Washington sebagai bentuk menentang kebijakan administrasi yang di keluarkan oleh pemerintahan Trump atas pemblokiran unduhan dan pembaharuan aplikasi.

Baca Juga: Bukan Diblokir, Nasib Pengguna Lama TikTok dan WeChat di AS Tak Akan Menerima Update Aplikasi

Sebelumnya pada Jumat lalu, Departemen Perdagangan AS telah mengumumkan mengenai pemblokiran orang-orang AS yang mengunduh aplikasi WeChat dan TikTok dimana keduanya milik China yang tepatnya dimulai pada Minggu 20 September hari ini.

Pihak ByteDance mengajukan pengaduan kepada pengadilan dengan mengatakan bahwa pemblokiran yang dilakukan tersebut atas dasar pertimbangan politik dan bertentangan dengan hak Amandemen Pertama dari perusahaan.

Namun pada faktanya, AS dan China sedang berada pada situasi sengketa perdagangan jangka panjang akibat dikeluarkannya perintah eksekutif pada 6 Agustus lalu.

Baca Juga: Walaupun WeChat dan TikTok Diblokir, Transaksi Bisnis Platform Tencent Lainnya Masih Dibebaskan AS

Kekhawatiran keamanan nasional menjadi dasar dikeluarkannya perintah eksekutif tersebut mengenai pelarangan transaksi di AS dengan aplikasi WeChat dan TikTok.

Dilansir dari Reuters, ByteDance saat ini benar-benar getol mengupayakan untuk membatalkan perintah 6 Agustus lalu karena dapat mengancam kehancuran bisnis TikTok di wilayah AS yang secara permanen.

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X