Sadis! Pembelot Korsel Jadi Korban Aturan Tembak-Membunuh Oleh Pasukan Anti Covid-19 Korut

- 25 September 2020, 17:11 WIB
Ilustrasi penembak jitu. /

JURNAL PRESISI - Seorang pria asal Korea Selatan dikabarkan menjadi korban aturan tembak membunuh yang diterapkan pasukan anti virus Korea Utara.

Kronologi kejadian tersebut bermula dari pejabat perikanan Korsel yang diduga berusaha membelot ke Korsel, namun dilaporkan menghilang dari kapal perikanan sekitar 4 mil selatan Garis Batas (GNL).

GNL sendiri merupakan wilayah yang mana diketahui sebagai demarkasi yang disengketakan dari kontrol militer yang bertindak sebagai batas maritim de facto antara kedua Korea.

Baca Juga: Angin Segar! WHO Sebut Uji Klinis Vaksin Covid-19 Buatan China Berhasil

Sementara itu, pihak Korea Selatan menyebut pria hilang yang dimaksud telah menjadi korban tembak militer Korea Utara setelah mencoba menerobos wilayah negara tertutup tersebut.

"Militer kami mengutuk keras kekejaman seperti itu, dan sangat menuntut Korea Utara memberikan penjelasan dan menghukum mereka yang bertanggung jawab," ujar Jenderal Ahn Young-ho, yang bertanggung jawab atas operasi di Kepala Staf Gabungan, mengatakan dalam sebuah pengarahan, Kamis (24/9).

Pihak militer Korsel mengungkapkan pria tersebut sempat diintrogasi Militer Korut sebelum akhirnya dia dieksekusi atas "perintah dari otoritas yang lebih tinggi".

Baca Juga: Mantan Personil F.T. ISLAND, Choi Jong-hon dan Jung Joon-Young Dijatuhi Hukuman 5 Tahun

Setelah pria itu tewas, bahkan kabarnya tubuh korban disiram oleh minyak sebelum akhirnya dibakar oleh pasukan militer Korut.

Sampai kini, apa yang mendasari penembakan tersebut masih belum diketahui secara pasti. Namun alasan Korut melakukan hal tersebut disangkutkan mengenai pencegahan wabah Covid-19 agar tak memasuki wilayahnya.

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X