Peneliti Jepang Buktikan Keampuhan Masker dan Juga Bahaya yang Mengintai

- 23 Oktober 2020, 09:34 WIB
Ilustrasi Ilmuwan /Jurnal Presisi//Pixabay/

JURNAL PRESISI - Himbauan para ahli kesehatan mengenai kemapuhan masker semakin dipertegas oleh penelitian dari peneliti Jepang.

Temuan studi ini menyatakan masker yang sudah direkatkan dengan selotip mampu menghambar virus corona sebesar 90% namun tidak bisa menjadi patokan bahwa tidak akan terjadi penularan.

Seperti dilansir oleh Reuters 22 Oktober 2020, Peneliti dari Universitas Tokyo menggunakan sepasang kepala boneka manekin sebagai partisipan, salah satu kepala boneka menggunakan masker dan yang lain tidak menggunakan.

Mereka menemukan bahwa, masker N95 yang biasa digunakan petugas medis, meskipun telah direkatkan dengan selotip, beberapa partikel virus masih bisa menerobos masuk.

Baca Juga: Minggu Tersedih Kylian Mbappe

Peneliti memaparkan bahwa masker bisa melindungi partikel virus yang berada di udara, namun tidak bisa sepenuhnya mencegah risiko penularan.

Ilmuwan dari universitas yang terletak di ibukota itu membangun sebuah pintu pengaman dengan kepala boneka saling berhadapan.

Salah satunya kepala boneka dipasang dengan sebuah nebuliser, disimulasikan sedang batuk dan menyebarkan partikel virus corona. Lainnya menirukan gerakan bernafas secara alami, dengan ruang pengumpulan virus yang masuk melalui sirkulasi udara.

Salah satu kepala boneka yang menggunakan masker berbahan kapas dapat mengurangi 40 persen dibanding tanpa masker. Sedangkan kepala boneka dengan masker N95,
Masker kapas mengurangi serapan virus oleh kepala penerima hingga 40 persen mampu memblokir sebanyak 90 persen. Walaupun begitu, partikel virus masih bisa masuk.

Halaman:

Editor: Zaini Rahman

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X