Kasus COVID-19 di Tulungagung Naik, Pengaruh Klaster Tahlilan?

- 27 April 2020, 00:50 WIB
Dokter Kasil Rokhmad, wadir RSUD dr Iskak Tulungagung. //ANTARA

JURNAL PRESISIĀ - Kasus positif COVID-19 di Kabupaten Tulungagung hingga Minggu (27/4) telah mencapai 18 orang.

Dari sejumlah kasus yang terjadi, ada informasi yang menyebutkan bahwa beberapa warga desa Jabalsari, Tulungagung, terinfeksi dari seorang dokter berinisial YS.

Sang dokter dikabarkan terkontaminasi dari seorang pasien asal Ngadiluwih, Kediri, dari klaster tahlilan.

Baca Juga: UPDATE COVID 26 April 2020, Kota Surabaya

Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Tulungagung menyebut informasi yang menyebar tersebut tidak benar.

Artikel ini sebelumnya telah tayang di Pikiran-Rakyat.com dengan judul

Klaster Tahlilan Sebarkan Acak Infeksi COVID-19 di Jatim, Ini Faktanya

"Tidak ada itu klaster tahlilan. Yang benar, adalah persebaran dari klaster ketiga, yaitu jalur penularan dari kelompok tenaga medis di RSUD dr Iskak yang terpapar dari pasien HN," kata Ketua ISNU Tulungagung Mochammad Rifai di Tulungagung, Minggu 26 April 2020.

Memang, diakui Rifai yang juga humas di RSUD Dr Iskak ini, bahwa ada indikasi paparan COVID-19 di Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol saat acara tahlilan mendoakan tokoh agama setempat yang meninggal di rumah (bukan meninggal di rumah sakit).

Baca Juga: Difasilitasi Pemprov Jatim, Besok 164 Santri Temboro Asal Malaysia Akan Dipulangkan

Halaman:

Editor: Ben Sihotang

Sumber: Antara, Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X