Tolak Bantuan Pemkot Surabaya, Alasan Keluarga ini Bikin Menangis

- 2 Juni 2020, 13:30 WIB
Walikota Surabaya yang Sedang Diwawancarai Media Setelah Dirinya Marah Besar Kepada Pihak BNPB di Telepon /Antara

JURNAL PRESISI -  Satu keluarga yang menjadi pasien COVID-19 di Kenjeran, Surabaya, menjadi korban virus yang telah menjangkiti 6 juta jiwa di seluruh dunia tersebut.

Hasil tes swab yang mereka lakukan secara mandiri menyatakan bahwa 5 dari 6 anggota keluarga ini positif SARS-CoV-2.

Namun, keluarga muda ini menolak pemberian bantuan oleh Pemkot Surabaya.

Mereka beralasan agar bantuan diserahkan ke keluarga lain yang membutuhkan.

Baca Juga: Ratusan anak di Surabaya terpapar COVID-19, 36 di antaranya balita

"Saya dicurhati istri dari keluarga muda itu. Kebetulan saya kenal. Mereka memutuskan menolak bantuan dari pemkot supaya bisa digunakan untuk keluarga lain yang membutuhkan," kata Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti saat dicurhati oleh istri dari keluarga muda yakni Lina Riskiyanti Kisworo di Surabaya, Selasa.

Menurut Reni, pada awalnya suami istri di keluarga muda tersebut dinyatakan reaktif berdasarkan tes cepat (rapid test) dari puskesmas setepat.

Petugas puskesmas mengusulkan mereka berlima untuk ikut tes swab lewat jalur Dinkes Surabaya. Hanya saja belum bisa dipastikan kapan jadwalnya.

Untuk memastikan keluarga muda positif atau negatif, kata Reni, akhirnya suami memutuskan semua anggota keluarga melakukan swab mandiri di Rumah Sakit Premier Surabaya. Hasilnya suami istri beserta tiga dari empat anaknya dinyatakan positif.

Baca Juga: Pemerintah Indonesia Putuskan Tidak Berangkatkan Jamaah Haji Tahun 2020, 1441 Hijriah

Halaman:

Editor: Ben Sihotang

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X