Risma Akan Berlakukan Denda bagi Pelanggar Protokol Kesehatan di Surabaya

- 13 September 2020, 15:15 WIB
Aksi Walikota Surabaya menjelajah kota mengingatkan warga dan merazia pelanggar protokol kesehatan //Instagram@satpolppsurabaya

JURNAL PRESISI - Pemberlakuan sanksi denda bagi warga yang melanggar prokotol kesehatan akan di berlakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya sebagai upaya dalam memutus mata rantai penyebaran virus pandemi Covid-19.

Pemerintah Kota Surabaya terus membahas mekanisme dan aturan pemberlakuan denda bagi masyarakat Surabaya yang melanggar protokol kesehatan. Termasuk kemungkinan revisi Perwali Nomor 33 Tahun 2020.

Pemberlakuan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan sudah diatur dalam Inpres dan Pergub, sehingga dimungkinkan segera diberlakukan di Surabaya.

Baca Juga: Tanggapi Rencana PSBB Jakarta, Para Selebriti ini Buka Suara Membantu Promosi Para Pelaku Usaha

"Kami libatkan semua pihak untuk membahas aturan tersebut, dan harapannya aturan ini bisa tepat sasaran dan efektif dalam langkah preventif penyebaran virus corona di Surabaya. Yang paling urgent, harus menjaga dan mematuhi protokol kesehatan dengan pembiasaan dari yang tidak terbiasa," ujar Irvan Kepala BPB Jumat, 11 September 2020 seperti dikutip dari Antara.

Sebelumnya, Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan pihaknya tengah membahas mekanisme penerapan sanksi denda bagi warga yang melanggar protokol kesehatan.

"Untuk nominal denda sekaligus dibahas. langkah selanjutnya model penerapannya seperti apa untuk masuk ke kas daerah. Biasanya denda dibawa ke pengadilan terlebih dahulu. Baru setelah itu ditransfer ke Pendapatan Asli Daerah (PAD)," katanya.

Meski demikian, Risma juga tengah memikirkan model penerapan bagi warga yang belum mempunyai KTP baik kepada anak-anak maupun warga yang umurnya dibawah 17 tahun.

 Baca Juga: Belum Terima Bantuan 500 Ribu ? Lakukan Cara Ini untuk Memastikan Anda Akan Menerima Bantuan ini

Di sisi lain, Risma tak henti - hentinya menekankan protokol kesehatan itu penting agar perekonomian di Surabaya segera kembali normal. Meski saat ini ekonomi secara perlahan mulai membaik.

Halaman:

Editor: Zaini Rahman

Sumber: ANTARA


Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X