Tingkat Keakuratan Test Swab lewat Hidung 63 Persen

- 10 September 2020, 18:52 WIB
Makan Konate saat melakukan swab tes beberapa waktu lalu. /Persebaya.id

JURNAL PRESISIĀ - Virus Covid-19 sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat. Penggunaan masker saat keluar rumah, selalu cuci tangan pakai sabun, jaga jarak aman dan hindari tempat keramaian merupakan protokol kesehatan yang harus dilakukan oleh seluruh masyarakat, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Kini jumlah orang yang dirawat di rumah sakit, jumlah orang sembuh dan jumlah orang yang meninggal setiap harinya bertambah.

Jumlah korban dapat berkurang atau bahkan hilang dalam satu kali 24 jam, jika kondisi tubuh seseorang yang terpapar tersebut benar-benar fit atau sehat.

Menilik status positif bagi salah satu konstestan Pilkada di Kabupaten Dompu, setelah dinyatakan positif, dalam swab kedua yang dilakukan tiga kali 24 jam, mendadak hasilnya menjadi negatif.

Baca Juga: Prakerja Gelombang 8 Resmi Dibuka! Cek Jadwal, Kuota, Syarat dan Tata Caranya Disini

Ahli Penyakit Dalam, dr Wayan Sudiharta, Sp.PD, mengatakan hasil swab kedua kepada salah satu kontestan Pilkada yang menunjukkan negatif di swab kedua, bisa jadi memang benar.

"Pengambilan sampel swab melalui hidung sesuai protap, hanya memiliki tingkat keakuratan mencapai 63 persen," kata Wayan seperti dikuip dari RRI Kamis 10 September 2020.

Namun untuk lebih akurat, lanjut Wayan, pengambilan sampel dilakukan langsung ke paru-paru. Sebab, pengambilan sampel langsung dari paru-paru ini, memiliki tingkat keakuratan mencapai 90 persen.

"Penanganan pasien atau orang yang terpapar Covid-19, harus diperlakukan khusus. Meskipun pada swab kedua dinyatakan negatif, isolasi dengan pengawasan dokter spesialis penyakit dalam, wajib dilakukan," jelasnya.

Baca Juga: Jakarta Perketat PSBB, Inilah 11 Bidang yang Hanya Dapat Beroperasi

Halaman:

Editor: Zaini Rahman

Sumber: RRI


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X