Perlukah Adanya Standarisasi Masker? Simak Penjelasan Menurut Ahli Kesehatan

- 19 September 2020, 15:41 WIB
Ilustrasi masker. /Leo2014/Pixabay

JURNAL PRESISI - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito baru-baru ini tidak menyarankan pengunaan masker scuba yang dinilai tidak bisa digunakan untuk menangkal virus. Pasalnya masker scuba hanya memiliki satu lapisan saja dan elastis sehingga kerapatan yang berkurang mengakibatkan partikel-partikel kecil dengan mudah dapat terserap saat mengirup oksigen.

Menurut dr. Muhammad Fajri Adda’i harus ada panduan yang bisa digunakan dalam standarisai masker yang beredar di masyarakat. Kaitannya dengan bahan masker, jumlah lapisan, jenis kain yang digunakan, hingga kerapatannya. Hal ini dimungkinkan bahwa percuma menggunakan masker tapi tidak bisa menyaring partikel-partikel halus ataupun virus.

“Karena masker kain yang beredar kan sangat banyak ya. Harus dikasih lihat maskernya, bentuknya seperti apa, harus ada contoh kongkret. Masker beragam, bisa saja membuat masker sendiri. Kita support pemerintah keluarkan regulasi,” ucap Fajri selaku praktisi klinik sekaligus relawan covid-19 dilansir Antara pada Jumat.

Baca Juga: Poster Terbaru Bae Suzy dan Nam Joo Hyuk dalam Upcoming Drama 'Start-Up'

Selain regulasi lebih detail mengenai pembuatan masker, pemerintah juga perlu adakan sosialisasi kepada masyarakat secara berulang. Misalnya melalui iklan yang memiliki durasi pendek. Namun, diulang-ulang secara terus menerus. Pasalnya otak manusia akan senantiasa mengingat bahwasanya jika diiklankan atau disosialisasikan secara terus-menerus dan berulang.

Sebelumnya Kementerian Kesehatan sudah mengeluarkan tata cara dalam proses pembuatan masker sendiri, cara pencegahan, penggunaan, serta pemakaian masker yang benar. Tapi dinilai belum secara gamblang.

Masker kain secara ilmiah diakui mampu menurunkan tingkat resiko penularan virus hingga 85-90%, dengan catatan dipakai dan pemilihan bahan yang benar.

Baca Juga: Ramai Di Sosial Media, Benarkah Uzumaki Sudarsono Keturunan Uzumaki Naruto dan Boruto?

Kain katun cult adalah salah satu kain yang direkomendasikan sebagai bahan pembuatan masker, dengan jumlah tiga lapis. Memiliki kerapatan 180 benang  per inci, dipercaya mampu mencegah masuknya partikel-partikel kecil di udara. Selain itu juga bisa dikombinasikan dengan sifon untuk menambah variasi.

“Pakai masker juga harus pas. Kalau pakai masker jangan dilepas-lepas, kalau mau lepas pergi ke tempat kosong. Melepasnya dari belakang. Jangan dilepas saat ada orang,” kata Fajri.

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X