Dia memerintahkan terkait dengan kasus-kasus yang menjadi perhatian publik antara lain (1) Penembakan enam Laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek KM 50                        (2) Pelanggaran prokes (protokol kesehatan) segera diselesaikan. 
 
Kasus - kasus tersebut disorot oleh publik, maka secepatnya diselesaikan. Apalagi kasus KM 50 telah direkomendasikan oleh Komnas HAM.
 

"Terkait dengan kasus-kasus yang menjadi perhatian publik seperti KM 50, pelanggaran prokes (protokol kesehatan) segera diselesaikan karena sudah ada rekomendasi Komnas HAM," tegasnya, sebagaimana dilansir dari Antara pada Selasa, tanggal 16 Februari 2021.

Sigit menegaskan bahwa penanganan kasus tersebut bisa cepat, karena sudah ada rekomendasi dari Komnas HAM. Terlebih, kasus tersebut merupakan salah satu kasus yang menjadi perhatian publik.

Dia meminta agar penuntasan kasus itu, dilakukan sesuai dengan rekomendasi yang diberikan Komnas HAM.

 
Baca Juga: Fadli Zon dan Politisi Demokrat Sepakat dengan Komunitas Pers Cabut Maklumat Polri

"Tentunya harus diselesaikan sesuai dengan rekomendasi tersebut," ucapnya.

Kapolri tidak menyebutkan secara rinci batas waktu untuk menuntaskan kasus itu.

Sebelumnya, Komnas HAM telah , mengumumkan hasil investigasinya mengenai kasus kematian enam anggota Laskar FPI, di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

 
 
Ketua Tim Penyelidikan Peristiwa Karawang Choirul Anam mengatakan, bahwa pihaknya menemukan enam anggota Laskar FPI tewas dalam dua konteks peristiwa berbeda.

Kesimpulan Komnas HAM adalah        (1) Dua anggota FPI meninggal dunia dalam peristiwa saling serempet antara mobil, yang mereka pergunakan dengan polisi, hingga terjadi kontak tembak di antara Jalan Internasional Karawang sampai KM 49 Tol Jakarta-Cikampek dan berakhir di KM 50.

(2) Empat orang lainnya masih hidup dan dibawa polisi, kemudian diduga ditembak mati di dalam mobil petugas saat dalam perjalanan dari KM 50 menuju Markas Polda Metro Jaya.

 
Baca Juga: Mantan Ketua MK Hamdan Zoelva: Tidak Ada Ketentuan Pidana yang Melarang Menyebarkan Konten FPI

Hasilnya, Komnas HAM menduga terdapat pelanggaran HAM atas tewasnya empat Laskar FPI yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

Sehingga Komnas HAM merekomendasikan para pelaku diproses hukum melalui mekanisme pengadilan pidana.***