Menurut Pakar ITS, Paus Terdampar di Bangkalan Karena Adanya Perubahan Navigasi

- 22 Februari 2021, 17:02 WIB
Paus terdampar di pesisir pantai Sabu Raijua, Provinsi NTT /Foto : Media Kupang/Eryck S.

JURNAL PRESISI – Kepala Departemen Biologi, Fakultas Sain dan Analitika Data, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr Dewi Hidayanti menjelaskan, terdamparnya puluhan ekor paus pilot di Bangkalan pada Kamis, 18 Februari 2021 disinyalir karena adanya perubahan navigasi.

“Kemungkinan ada karena perubahan navigasi pada paus. Hal itu bisa terjadi karena beberapa faktor, salah satunya faktor cuaca,” ujar pakar biologi kelautan ini di Surabaya, pada Senin, 22 Februari 2021.

Ia menjelaskan dalam periode tertentu, ikan paus akan melakukan migrasi secara berkelompok.

Baca Juga: Brandon Ingram Bawa Pelicans Menangi Drama Overtime Lawan Celtics

Umumnya, paus yang bermigrasi melalui perairan Indonesia adalah jenis paus pilot.

Ada sebanyak 52 ekor paus yang terdampar di Pantai Desa Patereman, Kecamatan Modung, Pulau Madura, tersebut diperkirakan berasal dari perairan Australia dan akan melewati perairan Indonesia.

Dewi mengatakan dalam jurnal dari “journal.org” tentang aktivitas migrasi paus, bahwa migrasi akan mencapai puncaknya pada Februari dan Mei.

Baca Juga: Pangdam IX Udayana dan Shopee Indonesia Bantu Tuntaskan Krisis Air Bersih di NTT

“Pada penelitian tersebut dan juga beberapa laporan lain menyebutkan bahwa paus umumnya akan melewati jalur yang sama untuk migrasi,” ucap dia.

Halaman:

Editor: Eggy Awang


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X