Pemerintah Tetapkan Pemotongan Cuti Bersama dari 7 Hari Menjadi Hanya 2 Hari di Tahun 2021

- 22 Februari 2021, 20:39 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy /ANTARA/

JURNAL PRESISI – Pemerintah telah menyepakati dan menetapkan perubahan cuti bersama untuk tahun 2021. Perubahan cuti ini memangkas lima hari, yang awalnya terdapat tujuh hari cuti bersama menjadi tinggal dua hari. Hal ini dilakukan demi mencegah dan menghambat persebaran virus Covid-19 di masyarakat yang diakibatkan oleh mobilitas warga pada hari libur.

Dilansir dari Antara, perubahan terkait hari libur cuti bersama telah tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 281 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Keputusan Bersama ) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 642 Tahun 2020, Nomor 4 Tahun 2020, Tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2021 yang ditandatangani pada Senin di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Jakarta.

“Dalam SKB sebelumnya terdapat tujuh hari cuti bersama. Setelah ditinjau kembali terkait itu , maka cuti bersama diubah menjadi tinggal dua hari saja,” ungkap Menko PMK Muhadjir Effendy, dikutip dari laman Antara pada 22 Februari 2021.

Baca Juga: Selama Sanksi AS, Iran Rugi USD 1 Trilyun , Menlu Minta Ganti Rugi

Lima hari cuti bersama pada tahun 2021 yang dipangkas adalah, cuti bersama dalam rangka Isra Miraj Nabi Muhammad SAW pada tanggal 12 Maret. Lalu pada tanggal 17,18,dan 19 Mei yang merupakan cuti bersama untuk Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, dan yang terakhir adalah tanggal 27 Desember yaitu cuti bersama dalam rangka Hari Raya Natal.

Sementara untuk cuti yang tetap ada yakni pada tanggal 12 Mei dalam rangka Hari Raya Idul Fitri, dan 24 Desember dalam rangka Hari Raya Natal. Pertimbangan terkait masih memberikan cuti untuk awal Hari Raya Idul Fitri dan Natal adalah untuk memudahkan Polri dalam mengelola pergerakan Masyarakat.

 Menko PKM tersebut menjelaskan kenapa ini ditetapkan karena kasus Covid-19 yang sampa saat ini masih belum terlihat melandai meskipun beberapa hal untuk mengurangi itu telah dilakukan.

Baca Juga: Laos Adakan Pemilu, Tak Ada Pilihan Selain Partai Petahana

Peningkatan kasus Covid-19 selalu terjadi disetiap hari libur panjang karena mobilitas masyarakat yang susah untuk diredam, selain itu program vaksinasi sedang berlangsung.

“Oleh karena itu pemotongan hari libur cuti bersama yang berpotensi meningkatkan kasus Covid-19 harus diberlakukan yang awalnya tujuh hari menjadi hanya dua hari,” ungkap Menko PMK.***

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X