Demonstrasi Besar di Armenia, Minta Pengunduran Perdana Menteri NIkol Pashinian

- 22 Februari 2021, 21:43 WIB
Menang Tak Dianggap, Kalah Kena Umpat, Nasib PM Nikol Pashinyan Jadi Public Enemy Rakyat Armenia /armenpress

 

JURNAL PRESISI - Para demonstran berkumpul pada Sabtu, 20 Februari 2021, di Freedom Square, Yerevan, Armenia meminta pengunduran diri Perdana Menteri Nikol Pashinian sehubungan dengan bagaimana ia menangani peperangan enam minggu dengan Azerbaijan tahun 2020 lalu.

Peperangan yang dimulai sejak 1994 ini masih berlanjut hingga sekarang. Konflik ini disebabkan wilayah Nagorno-Karabakh adalah wilayah Azerbaijan, namun etnis Armenia di sana menolak mengakui kekuasaan Azerbaijan.

Melansir RFE/RL, para demonstran meneriakkan "Armenia tanpa Nikol!" dan "Nikol pengkhianat!"

Baca Juga: Pangdam IX Udayana dan Shopee Indonesia Bantu Tuntaskan Krisis Air Bersih di NTT

Kelompok oposisi Armenia juga ikut dalam demonstrasi ini, di mana Vazgen Manukian, kandidat dari oposisi untuk pemerintahan transisi guna melaksanakan pemilu, menyampaikan "berapapun orang yang berkumpul di Freedom Square, Nikol Pashinian tidak akan mengundurkan diri secara sukarela."

Koalisi oposisi ini terdiri dari 16 partai yang telah melaksanakan banyak demonstrasi di Yerevan dan kota lainnya di Armenia demi mendesak sang perdana menteri untuk melepaskan jabatannya.

Meskipun mendapati perlawanan, namun My Step Alliance yang mendukung Pashinian merupakan kekuatan mayoritas di kursi legislatif negara itu.

Baca Juga: Aksi Mogok Melanda Myanmar, Pengunjuk Rasa Anti-Kudeta Menentang Peringatan Mematikan Junta

Halaman:

Editor: Zaini Rahman

Sumber: RFERL


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X