6 Arahan Presiden Jokowi Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan

- 23 Februari 2021, 16:08 WIB
Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Senin (22/2/2021), di Istana Negara, Jakarta. (Foto: Humas Setkab/Agung) /Setkab.go.id/

JURNAL PRESISI - Pemerintah kembali menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada hari Senin, 22 Februari 2021, di Istana Negara, Jakarta.

Presiden Jokowi kembali mengingatkan kepada jajarannya, termasuk kepada para kepala daerah dan juga pimpinan satuan TNI-Polri di daerah untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan dalam Rakornas kali ini.

"Saya ingin mengingatkan kita semuanya, meskipun saat ini kita tengah menghadapi bencana banjir di beberapa daerah, dan tanah longsor, namun kewaspadaan kita terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan tidak boleh kendur. Kita harapkan sebuah rencana pencegahan yang matang, yang detail, sinergi semakin kuat, dan eksekusi lapangan yang semakin efektif,” ujarnya.

Baca Juga: Mengejutkan! Legenda Musik EDM Daft Punk Mengumumkan Bubar lewat unggahan berjudul Epilogue

Dilansir dari situs sekretariat kabinet, dalam Rakornas tersebut, Presiden Jokowi juga menyampaikan 6 arahan sebagai bentuk upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

Instruksi yang pertama diberikan oleh presiden kepada para jajahannya adalah untuk memprioritaskan upaya pencegahan secepat mungkin.

"Sekali lagi, prioritaskan pencegahan, jangan terlambat. Karena kalau sudah terlambat kita guyur dengan waterbombing sebanyak apapun, pengalaman kita, sudah terlanjur sulit,” ucap Jokowi.

Baca Juga: Setelah Turnamen Sepak Bola, Selanjutnya Menpora Bakal Membahas Izin Kompetisi IBL untuk Basket di Indonesia

Dalam upaya pencegahan tersebut, jokowi juga menekankan untuk memperkuat Koordinasi dan konsolidasi di lapangan, mulai dari tingkat yang paling bawah yaitu Desa.

"Artinya, di desa itu kalau ada api kecil itu sudah harus memberitahukan, agar segera bisa tertangani di depan, bukan sudah terlanjur besar baru ketahuan, sulit memadamkan,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: Setkab.go.id


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X