Peringati Runtuhnya Kekuasaan Mantan Presiden Bouteflika, Warga Aljazair Kembali Gelar Aksi Turun Jalan

- 23 Februari 2021, 18:45 WIB
Para pengunjuk rasa yang kembali turun ke jalan mulai Senin 22 Februari 2021 /Reuters/Ramzi Boudinar/

JURNAL PRESISI - Ribuan pengunjuk rasa berbaris di ibu kota Aljazair dan di beberapa kota di seluruh negeri untuk memperingati dua tahun sejak dimulainya protes massal yang memuncak saat kepergian Presiden Abdelaziz Bouteflika.

Ribuan warga Aljazair melakukan unjuk rasa di kota utara Kherrata, tempat protes besar pertama meletus pada 2019 menentang tawaran Bouteflika untuk masa jabatan presiden kelima.

Demonstran di Aljazair tengah pada hari Senin, 22 Februari 2021, meneriakkan slogan-slogan menentang militer negara yang kuat dan Presiden Abdelmadjid Tebboune saat mereka berbaris menuju gedung Grand Poste.

Baca Juga: Facebook Kembali Berpihak Dengan Australia Setelah Perubahan Undang-Undang

"Kami di sini bukan untuk merayakan, kami di sini untuk menuntut kepergian Anda," bunyi salah satu poster yang dibawa oleh pengunjuk rasa, dilansir Jurnal Presisi dari situs Aljazeera.

Dengan menyebarnya aksi massa, pos pemeriksaan keamanan melakukan pemeriksaan identitas yang dilakukan di sekitar titik unjuk rasa itu. Bahkan beberapa massa ditangkap oleh pihak kepolisian.

Polisi berusaha menghalangi pengunjuk rasa yang berkumpul di sekitar Grand Poste, pusat protes terhadap Bouteflika.

Di tempat lain di negara itu, pawai juga diadakan pada beberapa titik. Termasuk di Annaba, Oran, Setif dan Mostaganem.

Baca Juga: Dubes Italia untuk Kongo Tewas dalam Penyerangan oleh Kelompok Tak dikenal Saat Konvoi PBB

Puluhan ribu orang turun ke jalan pada 22 Februari 2019 lalu, yang bertujuan memprotes upaya Bouteflika untuk masa jabatan kelima, meski ia kesehatan Bouteflika sedang menurun.

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: Aljazeera


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X