Menurun Saat Pandemi, Industri Film Indonesia Perlu Rubah Model Bisnis Yang Bergantung Pada Bioskop

- 24 Februari 2021, 19:52 WIB
Ilustrasi penjualan tiket bioskop di China /Pixabay.com/igorovsyannykov

 

JURNAL PRESISI - Industri film Indonesia nampaknya perlu mengubah model bisnis agar tidak lagi bergantung pada bioskop dan mencoba konsep film berbiaya produksi rendah.

Seperti dilansir dari Antara pada Selasa 23 Februari 2021, hal ini disampaikan oleh pengamat film yang juga merupakan Anggota Komite Film Dewan Kesenian Jakarta Hikmat Darmawan pada Senin, 22 Februari 2021 lalu.

Dia mengungkapkan bahwa perubahan model bisnis pada industri film ini dilakukan dalam upaya untuk kembali menggairahkan layar lebar di tengah pandemi Covid-19.

Menurutnya, saat ini sumber penghasilan terbesar pelaku industri film masih berasal dari penjualan tiket di bioskop. Namun saat ini bioskop banyak yang harus tutup atau beroperasi dengan beberapa pembatasan akibat pandemi dan menyebabkan minimnya penjualan tiket.

Baca Juga: Satu Pondok Pesantren Tertimpa Material Tanah Longsor di Pamekasan, Madura - Jawa Timur

"Mau tidak mau bukan sekedar bertahan atau berharap tapi harus mengubah paradigma maupun model bisnisnya. Paradigmanya adalah tidak bisa lagi mengandalkan bioskop, kemudian dilemanya lantas apa yang okupansi setara dengan arus pendapatan dari pembelian karcis," katanya Hikmat.

Dia juga menambahkan bahwa kebutuhan tontonan masyarakat tetap harus terpenuhi, dan solusi media alternatif yang tersedia di masa pandemi adalah aplikasi atau layanan streaming film digital.

"Yang tersedia sebagai platform utama di pandemi adalah OTT (layanan over the top)," kaya Hikmat Darmawan menambahkan, pada Senin.

Halaman:

Editor: Zaini Rahman


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X