Israel Tolak Kebijakan AS Pada Iran, Berkomitmen Halangi Iran Punya Senjata Nuklir

- 24 Februari 2021, 21:44 WIB
Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu/ //Instagram @b.netanyahu

 

JURNAL PRESISI - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengadakan sesi konsultasi pada Senin, 22 Februari 2021 mengenai apakah Israel akan mendukung atau menolak rencana AS guna memperbarui perjanjian nuklirnya dengan Iran dan untuk menjamin memasukkan proyek rudal balistik di dalam perjanjian baru itu.

Melansir Anadolu Agency, ada tiga orang yang masuk dalam sesi konsultasi itu: Benny Gantz selaku Menteri Pertahanan; Gabi Ashkenazi selaku Menteri Luar Negeri; dan Aviv Kochavi sebagai Panglima tentara Israel. Ketiganya mendukung sikap moderat dalam menanggapi kebijakan AS itu.

Israel juga berusaha menghalangi negara Eropa yang terlibat dalam perjanjian nuklir itu untuk kembali pada perjanjian yang disepakati tahun 2015.

Baca Juga: Revisi UU ITE, DPR Minta Langkah Ini Diiringi Dengan 'Political Will' Pemerintah

"Israel berusaha mempersuasi Perancis, Inggris, dan Jerman untuk menambahkan pasal dalam perjanjian apapun yang mungkin akan disepakati dengan Iran jika perundingan kembali pada hal itu," ujar IPBC (Israeli Public Broadcasting) seperti yang dikutip dalam Anadolu Agency.

Minggu lalu, Israel menolak upaya AS untuk kembali ke dalam perjanjian nuklir dengan Iran seperti yang disampaikan Netanyahu dalam pernyataannya bahwa Israel berkomitmen untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

Nampaknya Israel ingin menggunakan jalan garis keras untuk melawan rencana Joe Biden untuk kembali ke dalam perjanjian nuklir Iran tahun 2015.***

Editor: Zaini Rahman

Sumber: Anadolu Agency


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X