Ulang Tahun Pertama COVID-19 di Indonesia, Apa Kabar Perlindungan Nakes?

- 2 Maret 2021, 12:20 WIB
Ilustrasi Tenaga Medis /Pixabay/Helenjank/

JURNAL PRESISI - Hari ini, Selasa 2 Maret 2021, COVID-19 merayakan 'Ulang Tahun' pertamanya di Indonesia.

Jejak sejarah itu tidak  menjadi perhatian Prati Dina, bidan di Puskesmas Duren Sawit, Jakarta Timur, yang terlalu sibuk dengan kesehariannya merawat pasien.

Pagi ini Prati sedang bersiap menyambut kedatangan lansia di meja penyuntikan vaksin COVID-19 di Gedung Pusat Pengembangan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan dan Kejuruan ( P2KPTK2) Jakarta Timur.

Baca Juga: Rencana Hidupkan Pam Swakarsa oleh Kapolri, Pengamat : Langkah Polri Membingungkan

Hijab putih yang dikenakan Prati serasi dengan balutan hazmat, sarung tangan hingga masker. Jari kanannya menggenggam satu ampul kosong vaksin Sinovac yang baru saja disuntikan ke lengan salah satu peserta.

Prati tidak sendiri, ruangan tertutup berukuran sekitar 7 x 5 meter persegi diisi enam dokter yang menempati meja observasi dan lima bidan lainnya.

Kesibukan mulai terlihat saat lansia mulai berbondong-bondong mendatangi meja registrasi di lobi gedung.

Baca Juga: Ulang Tahun Pertama COVID-19 di Indonesia, 3 Hal ini Membuat Kebijakan Penanganan Pandemi Gagal

Tidak kurang dari 40 tenaga medis dipersiapkan oleh Puskesmas Duren Sawit untuk pelaksanaan vaksinasi bagi warga lanjut usia (lansia).

"Baru menyuntik lima orang, nih. Kelihatannya mereka antusias sekali ikut vaksinasi. Mudah-mudahan COVID-19 cepat hilang, ya," katanya saat membuka obrolan.

Satu hal terkait COVID-19 yang tidak terlupakan di benak Prati adalah peristiwa lonjakan kasus di awal Januari 2021 yang membuat sebagian besar tenaga kesehatan kelabakan.

Baca Juga: Indonesia Darurat Demokrasi! Kekang Kebebasan Sipil dan Ancam Penjara, 5 Hal ini Tunjukan Jokowi Anti Kritik

Saat itu, pimpinan Puskesmas harus membagi waktu tenaga perawat selama 15 hari kerja dan 15 hari libur dalam sebulan.

Strategi itu demi meminimalisasi penularan penyakit terhadap tenaga medis maupun keluarga.

Prati harus rela berpindah-pindah tempat kerja untuk mengisi kekosongan tenaga medis di beberapa rumah sakit maupun puskesmas di Jakarta saat sebagian besar tenaga perawat lain libur.

Baca Juga: Realitas Dunia Nyata dalam Attack On Titan: Bagaimana Penguasa Mengaburkan Sejarah dan Mereproduksi Kekerasan

"Tempat merawat pasien juga berpindah-pindah. Tadinya ruang ICU, kemudian direnovasi lalu dipindah di ruang anak di rumah sakit lain di Jakarta Utara. Terus pernah juga di Rumah Sakit Duren Sawit. Tergantung permintaan aja," katanya.

Dalam setahun COVID-19 di Indonesia, Prati berharap vaksinasi bagi tenaga medis bisa melengkapi perlindungan bagi mereka terhadap serangan COVID-19 yang kerap ditularkan melalui interaksi dengan pasien.

"Saya sendiri sudah dua kali disuntik vaksin pada 11 dan 25 Februari 2021," katanya.

Baca Juga: Pasangan Priamu Sering Ejakulasi Duluan Ladies? Konsumsi 4 Makanan ini Yuk, dan Rasakan Perbedaanya

Harapan lain Prati kepada pemerintah adalah perlindungan secara menyeluruh, bukan hanya ketersediaan alat perlindungan, namun juga sistem kerja yang lebih baik.

Ketersediaan tenaga perawat

Pada kurun Januari-Februari 2021, penyedia jasa konsultasi kesehatan berbasis aplikasi, Halodoc, melaporkan kasus positif COVID-19 di Indonesia terus melonjak sudah menembus angka satu juta.

Halaman:

Editor: Novandryo Witar

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X